Language Games

17.00
Di Jepang terdapat beberapa macam permainan bahasa yang diantaranya Dajareshiritorikaibunhayaguchi kotobahiragana koukangoroawase, dan lain-lain. Sebagai pembelajar bahasa Jepang saya mencoba untuk mencari tahu tentang sisi humor orang Jepang melalui permainan bahasa tersebut. Salah satu yang mencuri perhatian penulis adalah tentang dajare. Setelah melakukan pencarian dari berbagai sumber,  dajare sering digunakan dalam iklan. Setelah melihat iklan Jepang di sebuah situs penjualan Jepang, penulis menemukan hal yang menarik untuk diteliti mengenai permainan kata  dalam iklan tersebut. Permainan kata-kata dalam iklan Jepang merupakan salah satu inovasi dan kreatifitas para penutur Jepang yang sangat menarik untuk diteliti. Permainan kata-kata dalam bahasa iklan Jepang disebut dengan istilah dajare. Permainan bahasa dajare ini sering digunakan dalam iklan terutama iklan produk makanan, minuman, layanan jasa, dan pengumuman-pengumuman atau peringatan-peringatan yang ada di berbagai tempat di Jepang.
Dajare adalah paronomasia dalam bahasa Jepang berupa transformasi kata, nomina, atau peribahasa menjadi kata atau serangkaian kata yang hampir serupa dengan maksud berkelakar. Arti harfiah Dajare adalah lelucon buruk, berasal dari kata da () buruk, ditambah kata share (洒落) lelucon.  Dajare secara literal diartikan sebagai ‘permainan kata-kata’ yang merupakan salah satu jenis permainan kata bahasa Jepang yang lucu, kesamaan dalam semangat untuk mempermainkan kata-kata dalam kemiripan pengucapan kata-kata untuk menciptakan lelucon sederhana. Dajare populer dalam periklanan dan sering menjadi aktivitas favorit untuk menghasilkan tawa yang spontan dan memenuhi waktu selama minum sake.  Dajare juga diasosiasikan dengan “lelucon lelaki tua” (親父キャグoyaji gyagu), ‘oyaji’  berarti ‘laki-laki tua’ atau ‘ayah’. Sebagai seorang ‘laki-laki tua’ akan dianggap oleh generasi muda yang paling mungkin untuk mencoba 駄洒落 dajare.
Berikut ini adalah contoh penggunaan dajare dalam iklan Bir Asahi:


「アルミ」 arumi yang ditulis menggunakan huruf Katakana merupakan kata serapan dari bahasa asing yaitu aluminium. 「缶」’kan yang memiliki arti ‘kaleng’, sehingga [アルミ缶] ‘arumi kan’ dapat diartikan ‘kaleng aluminium’. Frase ini berusaha dipadukan dengan pemilihan kata lain yang memiliki kemiripan dalam pengucapannya, yaitu「あるみかん」arumikan yang memiliki arti ‘jeruk ada’. Padahal jika disesuaikan dengan tata bahasa Jepang yang benar, untuk menyatakan kalimat ‘sebuah jeruk di atas kaleng aluminium’ maka kalimat ini seharusnya menjadi 「アルミ缶の上にみかんがある」’arumikan no ue ni mikan ga aru.
[あっソーダ!ピーチサンダルで海へ行コーラ]
Merupakan salah satu iklan produk permen di jepang. Pemakaian kata sepertiあっソーダ!“a..sou da!” yang berarti “oh iya!”, ピーチ“piichi” berarti buah peach, サンダル“sandaru” berarti sandal, “umi” berarti laut, dan kata kerja行コーラ“ikoura” berarti “ayo kita pergi!” yang jika dilihat dari satuan kalimatnya hanya memiliki arti “Oh iya! Ayo kita pergi ke laut dengan menggunakan sandal buah persik.”. Akan tetapi, setelah kita focus melihat huruf  katakana dalam kalimat tersebut maka kita akan mengetahui makna lain dari kalimat tersebut yang menerangkan bahwa produk permen tersebut memiliki tiga rasa yaitu rasa soda [ソーダ], rasa buah persik [ピーチ], dan rasa cola [コーラ].
Namun untuk menciptakan permainan kata yang menarik, kaidah tata bahasa yang berlaku tersebut cenderung diabaikan demi mengedepankan nuansa humor dari lelucon 駄洒落だじゃれ dajare yang berhasil diciptakan.


Masyarakat Jepang sangat kreatif dan inovatif terutama mempromosikan produk-produknya melalui iklan. Oleh karena itu, masyarakat Jepang sering menyisipkan humor dalam iklan produknya untuk menarik minat lawan tutur bahkan bisa menjadikan ciri khas dari produk tersebut. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.