Asuransi Kecelakaan Berkendaraan

13.21
Jika anda memiliki kendaraan pasti anda memiliki STNK sebagai tanda bukti hak milik kendaraan. Pernahkan anda cermati informasi yang ada di dalam STNK? Didalam STNK tertulis informasi mengenai kendaraan dan berapa besar pajak yang harus dibayarkan. Selain itu dalam STNK terdapat biaya SWDKLLJ. Apakah anda pernah mendengar apa itu SWDKLLJ? 


Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) adalah biaya yang termasuk dalam rincian biaya pajak yang secara otomatis kita tercatat dalam asuransi yang dikelola oleh perusahaan BUMN yang bernama Jasa Raharja. Besarnya tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan. Untuk motor berkapasitas mesin 50 cc s. d. 250 cc akan dikenai tarif Rp 35.000. Sedang untuk jenis sedan, jip dan lain-lain sebesar Rp143.000. Kegunaan yang didapat dari SWDKLLJ yaitu kita memperoleh perlindungan asuransi bila berjalan kecelakaan jalan raya. Besarnya santunan yang diperoleh oleh Jasa Raharja berdasarkan pada Ketetapan Menteri Keuangan RI No 36/PMK. 010/2008 dan 37/PMK. 010/2008 tanggal 26 Februari 2008 yaitu:

- Meninggal Dunia, sebesar Rp 25 juta
- Cacat (Maksimal), sebesar Rp 25 juta
- Biaya Rawat (Maksimal), sebesar Rp10 juta
- Biaya Penguburan, sebesar Rp. 2 juta
Ketika anda mengalami kejadian seperti yang tertera di atas, maka langkah yang bisa anda lakukan adalah:

  1. Menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat.
  2. Isi formulir ajukan dengan memasukkan (laporan kecelakaan dari pihak kepolisian atau pihak berwenang, surat keterangan kesehatan dari dokter, KTP/jati diri korban/ahli waris korban).
  3. Jika korban luka2 jadi dilampirkan kwitansi biaya perawatan & pengobatan yang asli sedang jika meninggal dunia jadi dibutuhkan Kartu Keluarga atau Surat Nikah.
  4. Hak santunan jadi tidak berlaku bila mengajukan lebih dari 6 bulan. sejak mulai terjadinya musibah atau tak diakukan penagihan kurun waktu 3 bln, sejak mulai hak santunan di setujui oleh Jasa Raharja.

Selain itu, kelebihan dari SWDKLLJ ini adalah setiap santunan ini diberikan tidak hanya bagi seseorang/pengemudi saja tapi juga berlaku pada berapa penumpang yang turut jadi korban kecelakaan. Mungkin bagi sebagian orang akan berfikir bahwa langkah-langkah untuk mendapat santunan itu merepotkan dan lama prosesnya. Tapi apa salahnya jika kita memperjuangkan hak kita dan jangan pernah terlambat memprosesnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.