Ruang Tanpa Gema, ANECHOIC CHAMBER Pertama di Indonesia

12.01
Anechoic Chamber merupakan alat untuk pengukuran gelombang mikro pada antena. Dalam Bahasa Indonesia artinya ruang tanpa gema, yaitu ruangan yang digunakan untuk pengukuran, terutama untuk antenna gelombang mikro. Anechoic Chamber adalah sebuah ruangan yang dirancang untuk meredam gelombang refleksi baik suara atau elektromagnetik. Ruangan tersebut juga terisolasi dari noise yang berasal dari luar. Kombinasi dari kedua aspek ini mensimulasikan ruang terbuka di dalam dimensi tak terbatas, yang berguna ketika hasil yang ada tidak berpengaruh sama sekali dari pengaruh luar. Di dalam ruanganya tidak seperti ruangan biasanya yang memiliki dinding yang rata. Ruangan tanpa gema ini memiliki desain dinding yang unik, seperti menyerupai prisma segitiga, piramida yang bisa mengedap suara. 




Anechoic chamber juga telah digunakan untuk berbagai macam kegunaan lain misalnya untuk menguji antena (pengukuran), radar atau gangguan elektromagnetik, untuk telepon bergerak, satelit dan Tes Near Field Sites (dengan sistem positioner).
Ruangan-ruangan seperti ini sudah digunakan dibeberapa negara dan Indonesia sendiri memiliki ruangan tanpa gema ini untuk pertama kalinya. Anechoic Chamber ini pertama kali di bangun oleh ITB yang  terletak di Gedung Center for Advanced Studies (CAS) ITB-JICA di sebelah timur Kantor Penerbit ITB untuk dijadikan fasilitas labolatorium baru. Pengerjaan ruangan ini diserahkan kepada IAC Acoustics Australia, salah satu perusahaan terbesar di dunia yang beroperasi di bidang akustik. Proses pengerjaannya pun rumit, mulai dari perencanaan ruangan, pembangunan ruangan, dan pengiriman desain ruangan ke desainer wedges. Wedges kemudian dibuat di Tiongkok dan dikirimkan ke ITB untuk kemudian dilakukan pemasangan yang memakan waktu kurang lebih 3,5 bulan. Tidak heran beberapa universitas yang sempat memulai proyek serupa gagal di tengah jalan karena persiapan yang sangat kompleks. Selain itu, calon pengguna anechoic chamber juga perlu menjalani pelatihan yang akan diberikan oleh teknisi dari IAC Acoustics Australia terlebih dahulu untuk memastikan calon pengguna telah siap menggunakan ruangan tersebut. Sejauh ini, ruangan tersebut lebih banyak digunakan untuk tugas akhir mahasiswa Fisika Teknik ITB. Dengan tersedianya fasilitas penelitian tersebut (semi-anechoic dan anechoic chamber), diharapkan teknologi akustika Indonesia dapat berkembang dan meningkat. Ke depannya, ruangan anechoic chamber akan dikelola oleh unit CAS, suatu unit yang terdiri dari pakar-pakar yang berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti Biologi, Farmasi, Fisika Teknik, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.