Kenali Tantrum Pada Anak

13.04
Para orangtua akan stres jika anaknya sedang dalam fase tantrum. Apa sih Tantrum? Tantrum adalah fase dimana anak meluapkan emosinya secara tidak terkontrolada umumnya hal ini dilakukan anak-anak yang berumur 2 sampai 3 tahun dan akan berakhir pada usia 4 tahun. Tantrum biasanya ditandai dengan gejala anak yang frustasi, dilanjutkan dengan menangis, berteriak, dan pergerakan badan yang berlebihan, termasuk melempar barang, menjatuhkan diri ke lantai, dan lain-lain.
Penyebab anak mengalami tantrum biasanya dikarenakan adanya faktor genetik, disiplin yang terlalu ketat, masalah pribadi orang tua yang berlainan dengan masalah anak.

sumber gambar: https://scontent-sin6-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/16832178_1231631450239289_1935283018903247955_n.png?oh=08fcecfef0083c3e9565c4763ef29bcc&oe=596B4C98
Terdapat 3 jenis tantrum iaitu:

1. Attention Tantrum 
Yaitu ketika anak ingin sekali diperhatikan oleh orang tua. Misalnya ketika Ibu sibuk sedang menelpon, anak yang saat itu sedang asik bermain tiba-tiba mengamuk depan kita dan ingin meminta perhatian dari kita. 

2. Tangible Tantrum 
Yaitu ketika anak stres dan mengamuk saat keinginannya tidak terpenuhi. Misalnya: anak ingin memakai baju upin dan ipin tapi Ibu memakaikan baju bergambar doraemon.

3. Command Avoidance Tantrum
Yaitu ketika anak tidak mau menuruti perintah orang tuanya. Misalnya: anak sedang asik bermain lalu tiba-tiba orang tua memaksa si anak untuk pergi mandi.

Pada umumnya, gejala Tantrum pada anak terdapat 3 fase yaitu:

Fase 1 (Permulaan) : Menjerit dan merengek.
Fase 2 (Kemuncak) : Menghentak kaki, berguling atas lantai atau melemparkan barang
Fase 3 (Akhir)         : Menangis dan merengek tersedu-sedu

Ketika anak sudah memasuki fase tantrum tersebut, usahakan jangan langsung memarahi anak terhadap perubahan drastis pada anak. Perhatikan dan menjaga anak jika sewaktu-waktu anak melakukan hal yang membahayakan dirinya. Pada masa ini anak belum bisa berpikir secara logika sehingga anak tidak bisa menerima nassihat orang tua yang panjang lebar. Tenangkan anak dengan memberi arahan seperti "duduk" atau "masuk". Jangan memukuli anak karena dengan memukul hanya membuat anak semakin memberontak. Buatlah anak tenang dan jangan menyerah untuk memberi hadiah kepada anak supaya anak merasa senang dan tidak stres. Jauhkanlah barang-barang yang bisa membahayakan disekitar anak anda, jika tidak maka anak bisa melukai dirinya sendiri ketika marah. Jika anak terus menerus menangis, usahakan untuk mengalihkan perhatian anak dengan suatu yang menyenangkan.



2 komentar:

  1. Boleh neh informasinya, kebetulan ponakan sering tantrum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tugas perempuan kalo punya anak ternyata berat ya..
      thanks @Liswanti

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.