Tips Mudik Aman dengan Kendaraan Pribadi

10.40
Liburan panjang belum usai, pasca libur lebaran kini disambut dengan liburan sekolah yang akan berlangsung sekitar 3 minggu ke depan. Para perantau yang belum bisa mudik saat lebaran masih sangat banyak. Seperti mereka yang bekerja diperhotelan atau mereka yang bekerja di perusahaan layanan jasa harus tetap bekerja dan tidak bisa berlebaran bersama keluarga tercinta di kampung halaman. Hari ini libur lebaran sudah usai, namun di pantauan lalu lintas tertutama situasi tol masih terlihat ramai. Orang yang pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi di luar tol pun masih cukup ramai. Pantauan kondisi arus balik pun menjadi dua kali lipat dibandingkan arus mudik karena bertepatan dengan liburan sekolah sehingga tidak sedikit para perantau mengajak keluarganya untuk menghabiskan liburan mereka di Kota.

Seperti yang saya alami setiap tahunnya, setiap mau mudik lebaran atau kembali lagi ke Kota pasti selalu ribet dan capek di jalan karena macet. Apalagi tahun ini liburan sekolah berbarengan dengan libur lebaran, ponakan saya juga akhirnya ikut ke Jakarta untuk liburan. Untuk persiapan di perjalanan, saya malah membawa barang bawaan dua kali lipat daripada saat pulang kampung. Belum koper, oleh-oleh, belum lagi pakaian anak-anak dan perbekalan selama di Jalan. Saya sih gak rempong justru yang rempong malah emaknya. hahahaha. Setiap perjalanan mudik pasti ada banyak koreksi dan catatan penting supaya mudik tahun depan bisa lebih check n recheck lagi.


Supaya gak ribet, saya mau berbagi sedikit tips untuk para pemudik yang mau kembali ke Kota ataupun berliburan ke luar kota dengan kendaraan pribadi. Ini hanya berdasarkan pengalaman saya yang mungkin bisa jadi referensi buat kamu supaya perjalanan lancar dan aman.

Check kondisi kendaraan

Baik mobil atau motor harus perlu diperhatikan kondisi mesinnya apakah bisa digunakan saat perjalanan jauh atau tidak. Sebaiknya pergi ke tempat service kendaraan supaya pengecekan kendaraan pribadi kamu lebih aman dan terpercaya.

Pantau kondisi lalu lintas

Setiap musim mudik atau libur panjang pasti selalu ada berita di televisi seputar kondisi jalan yang biasa dilalu pemudik. Sehingga kamu bisa tahu kapan sebaiknya kamu melakukan perjalanan. Jika kamu rajin memantau kondisi lalu lintas, kemungkinan besar akan terhindar dari kemacetan yang parah. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan informasi mengenai jalur berbahaya yang sebaiknya tidak disarankan untuk dilewati. 

Packing barang bawaan kamu jauh-jauh hari

Untuk menghemat waktu, packing barang bawaan kamu sebelum hari perjalanan. Jangan sampai waktu kamu terbuang banyak hanya untuk packing. Buatlah list barang bawaan apa saja yang perlu dibawa. Jangan lupa sesuaikan barang bawaan kamu dengan kapasitas penyimpanan di kendaraan. Jangan memaksakan diri menumpukan barang bawaan sehingga menyulitkan kamu ketika berkendara. Tentunya itu sangat berbahaya so jangan berlebihan ya.

Perhatikan kondisi tubuh sebelum melakukan perjalanan

Rasa tidak sabar untuk bertemu dengan keluarga atau berliburan memang selalu buat kita lupa diri. Tubuh lelah bekerja dan memaksakan diri untuk melakukan perlajanan padahal hal ini sangat berbahaya. Jika kondisi tubuh pengendara tidak dalam kondisi fit, tentunya akan membahayakan diri sendiri dan penumpang lainnya. Jika kondisi tubuh lelah  atau ngantuk sebaiknya kamu harus menunda perjalanan mudik atau liburan kamu, ya.

Bawalah perbekalan selama di perjalanan

Ini bagian yang penting bagi saya. Setiap melewati tol, saat mau istirahat atau makan rest area selalu penuh dan waktu jadi terbuang percuma hanya untuk lema mengantri kendaraan masuk. Sebisa mungkin bawalah bekal atau bentou yang ringan selama di perjalanan apalagi bagi kamu yang mudik atau liburan bersama anak-anak pasti hal ini penting banget. Selain makanan dan minuman, perbekalan kesehatan juga penting untuk dibawa. Selalu sediakan obat-obatan agar selalu siaga saat kondisi darurat.


Jagalah anak-anak

Sepertinya kalau melakukan perjalanan bersama anak-anak pasti jadi seru dan ramai. Anak-anak selalu ada tingkahnya selama diperjalanan seperti ponakan saya yang satu ini yang gak mau diem. Bisa saja anak-anak membuka jendela kendaraan atau mengeluarkan tangannya sehingga sangat membahayakan. Jadi, pengawasan dari orang tua sangat diperlukan. Selain itu, perhatikan kondisi anak apakah kondisinya sehat atau sakit. Jika sakit sebaiknya pertolongan obat-obatan jadi persiapan wajib buat para Ibu.

Perhatikan kecepatan saat berkendara

Selain berdoa selama diperjalanan, pengendara juga wajib mengontrol kecepatan selama berkendara. Jangan mengebut dan menyalip sana sini sehingga menggangu pengendara lain dan membahayakan bagi diri sendiri. Dengan mengontrol kecepatan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, kamu akan sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Jangan membuang sampah sembarangan

Yang paling bikin saya kesel adalah ketika melihat sampah botol minuman yang ada tengah-tengah jalan. Bukankah itu sangat berbahaya? Bisa saja kendaraan bisa tergelincir. Peringatan keras untuk saya dan pengendara lainnya untuk membuang sampah di tempat sampah yang ada di dalam mobil atau kantung platik sampah. Lalu buanglah sampah saat kamu menemukan tempat sampah. Jangan dibuang secara dilempar dari jendela mobil begitu saja.

Selalu sedia uang cash, cek bahan bakar, dan isi Toll Card kamu

Bagi pengguna tol untuk jalur mudik, sebaiknya isi toll card kamu sebelum memasuki tol, cek saldo apakah cukup hingga tujuan akhir perjalanan kamu. Lalu selalu isi bahan bakar full kendaraan kamu sebelum melakukan perjalanan untuk mencegah sewaktu-waktu kamu kehabisan bahan bakar. Sediakan uang cash untuk melakukan pembayaran darurat ya guys.

Mungkin masih ada banyak lagi yang perlu ditambahkan dari tips di atas, tapi yang paling utama adalah keselamatan jadi persiapan dan pengecekan adalah hal utama sebelum melakukan perjalanan. Dengan itu kondisi kita siap untuk bertemu dengan keluarga tercinta dan menikmati liburan dengan menyenangkan. Selalu jaga kondisi kesehatan supaya kamu tidak sakit ketika hendak kembali pulang. Happy Holidays...^_^




1 komentar:

  1. tks sharingnya, sangat bermanfaat sekali
    untungnya, saya mudik cuma 120 km hehehe....

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.