Pray for PALU DONGGALA

09.52

Pekan ini kita dikejutkan dengan berita duka yang terjadi di Sulawesi Tengah. Duka ini berasal dari Kota Palu dan Gonggala yang dilanda bencana gempa dan tsunami. Saya sungguh sangat terpukul, apalagi baru-baru ini gempa besar sudah memporakporandakan Pulau Lombok dan sekitarnya dan kini melanda warga Palu dan sekitarnya. Saya sangat sedih dan semakin sedih karena hanya bisa terpaku diam disini karena jauh darimu yang sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Menurut berita yang saya lihat di Televisi pekan ini, gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang terjadi di Palu pada hari Jum’at 28 September telah memakan korban jiwa sebanyak 400 orang lebih. Kota Palu yang terletak di bibir Pantai ini diluluh lantahkan dengan tsunami beberapa saat setelah gempa terjadi. Belum lagi daerah Donggala yang terus mengalami gempa susulan yang terjadi hingga beberapa menit. Bangunan rumah, jembatan kuning yang menjadi icon kota Palu, dan keindahan Mesjid Agung yang tidak jauh dari pinggir pantai kini sudah hancur akibat gempa dan tsunami. Korban jiwa masih terus bertambah dan masih banyak wilayah yang belum bisa terjangkau oleh Tim Evakuasi. Warga yang panik dan penuh ketakutan tidak peduli akan barang berharganya, mereka berjuang menjauh dari pantai, meninggalkan rumahnya, dan berusaha mencari tempat aman. Oleh karena itu, tidak sedikit warga yang kehilangan dan terpisah dengan anggota keluarganya pasca gempa. Video-video amatir yang direkam salah satu warga Palu menggambarkan bagaimana dahsyatnya tsunami yang menerjang daratan kota Palu.

Bapak Sutopo Purwo Nugroho selaku juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa tim evakuasi terus berupaya untuk mengakses wilayah Donggala, Sigi, dan lainnya. Kendala menjangkau lokasi, seperti listrik yang padam sehingga komunikasi menjadi lumpuh. Jaringan air bersih yang sangat diperlukan saat ini sangat sulit karena sumber air bersih menjadi keruh karena tsunami. Selain itu, kendaraan alat berat untuk membantu proses evakuasi menjadi kendala untuk memasuki wilayah sekitar pasca gempa. Proses mobilisasi juga sangat sulit karena BBM di Pom bensin di daerah kota Palu-Donggala sudah habis.

Pasca gempa tsunami, para warga mulai mencari anggota keluarganya yang hilang dan berdatangan ke tempat pengumpulan jenazah untuk mengidentifikasi jenazah. Banyak anak-anak yang kehilangan orang tuanya dan masih banyak lagi duka yang mengiris warga Palu. 

Saya juga membantah kalau proses evakuasi lambat. Ya, saya rasa proses evakuasi dengan bebagai kendala yang dialami saat ini cukup tanggap dan cepat. Saya yakin bahwa tim BASARNAS, TNI, dan tim evakuasi lainnya juga turut bergegas dan terus berupaya secepat mungkin menanggulangi bencana. Bantuan obat-obatan, makanan, pakaian terus berdatangan dan Mamuju menjadi salah satu akses jalan untuk mengirim bantuan untuk warga. 

Mudah-musahan proses evakuasi bisa dilancarkan dan jangan lagi ada korban jiwa. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran untuk seluruh warga kota Palu. Semoga sahabatku yang berduka disana diberikan ketabahan dan para korban diterima di tempat yang paling baik disisi Allah SWT. Amin..

Meski kita berada jauh dari kota Palu tapi dukanya mengisi seluruh warga Indonesia dimanapun berada. Mari kita panjatkan do’a untuk sahabat-sahabat kita disana. Mari kita sisihkan sedikit rezeki kita dan memberikan bantuan berupa materi dengan semampu kita. Kita yakin dibalik musibah yang menimpa kota Palu dan sekitarnya semoga bisa menjadi hikmah dan terus meningkatkan keimanan kita kepada yang Maha Kuasa. Semoga kita dijauhkan dari rasa keputusasaan yang membuat kita kalut dan membuat kita semakin jauh dari Tuhan. 

PRAY FOR PALU DONGGALA...

4 komentar:

  1. Iya mba sedih rasanya. Karena jauh yang bisa kita lakukan hanya membantu do'a dan donasi dari lembaga ZIS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kirimkan jiwa semangat kita untuk palu...

      Hapus
  2. Maro kita doakan bersama semoga kuat bagibyg di terpa musibah yaa

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.