Book Hunting: Indonesia International Book Fair 2019

16.35
IIBF atau Indonesia International Book Fair adalah salah satu event yang paling saya tunggu di bulan September ini. Tepuk tangan yang meriah untuk big event ini. Tangan ini sudah gatal untuk mendapatkan buku-buku yang luar biasa. Karena saya bekerja jadi agak was-was takut ketinggalan datang ke event ini. Event ini diadakan hanya dalam 5 hari saja mulai dari Rabu 4-8 September 2019. Alhamdulillah masih sempat datang di hari sabtunya bareng temen sekantor saya, sebut saja Tia. Berkat dia, saya yang mager dihari libur ini akhirnya bisa bersabar menempuh perjalanan dengan kereta dan jalan di sepanjang jalanan Gelora Bung Karno di hari yang super hot. Namun semangat mencari buku tidak mematahkan samangat saya meskipun harus makan siang dengan popmie di Stasiun wkwkwk. Udah kebayanglah akan ada ribuan buku menarik disana. Saya juga harus bertarung rebutan buku dengan banyak pengunjung yang semuanya kalut mencari buku juga disana. Dari stasiun Manggarai, kita melanjutkan naik kereta menuju stasiun Sudirman. Dari stasiun Sudirman, kita ganti dengan naik MRT dari stasiun Dukuh Atas dan turun di Stasiun Istora Mandiri. Lalu kita jalan kaki dan kebetulan ada shuttle bus gratis dan kita turun di Jakarta Convention Center (JCC). Disana udah rame banget mulai dari anak sekolahan sampai orang dewasa juga datang kesini untuk berburu buku. WOWww.



Buat kalian yang belum tahu apa itu IIBF, akan saya jelaskan sedikit disini. IIBF adalah salah satu pameran buku terbesar dan diadakan satu tahun sekali oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Pameran buku ini sudah ada sejak 1980 dan namanya dirubah jadi Indonesia Internasional Book Fair sejak tahun 2014. Tidak hanya pameran buku saja, disini juga menghadirkan beberapa penulis buku terkenal dan event lain untuk memperkenalkan sastra, seni dan budaya, dan berbagai konten kreatif lainnya. 


Oke, akhirnya kita berdua kalut. Datang kesini berdua tapi hunting bukunya masing-masing berpencar. Butuh waktu berjam-jam untuk menghabiskan waktu mencari buku di antara stand berbagai penerbit disini. Mulai dari Gramedia, Kompas, Erlangga, Elexmedia Komputindo, Erlangga, Mizan, dan lain-lain. Selain itu, IIBF mengundang 20 Negara yang ikut membuka stan dan memamerkan buku-buku mereka. Namun, sayang buku dari bahasa Jepang yang kami cari tidak ada stannya hiks. Oke lah tak apa mudah-mudahan tahun depan ada lagi. Sambil explore buku, pengunjung juga bisa menikmati kegiatan lain seperti diskusi, hiburan, dan talkshow yang menarik. Ditambah lagi, ada Bapak Gubernur Jakarta yakni Bapak Anies Baswedan juga turut hadir meramaikan dan memberikan sambutannya di pameran ini. Padahal saya juga pengen foto bareng sama Bapak Gubernur cuma saking banyakny pengunjung yang saling dorong minta foto, akhirnya saya pun menyerah.

Buku yang saya beli semuanya dengan harga miring, buku baru juga harganya lumayan jauh daripada beli di toko buku. Saya membeli buku Novel, buku tentang psikologi, buku komedi, buku Islami, dan buku kisah para nabi untuk anak-anak. Kalau kamu memasuki area paling ujung, disanalah tempat surga buku murah. Meskipun buku lama, tapi bukunya masih sangat bagus dan baru. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 10.000an dan saya menyesal gak bawa goodie bag. Namun, kamu harus sabar memilih buku-buku di atas gundukan buku yang berantakan. Saking capenya gak kerasa udah sore. Untungnya disini ada mushola dan kantin, jadi kalau laper darurat gak usah jauh-jauh beli makan. Selain belanja buku, pengunjung juga bisa membaca dengan bebas buku-buku yang ada di pameran ini.



Sebenernya masih betah lama-lama disini cuma hari udah sore mau gak mau kita harus pulang sebelum kemaleman. Shuttle bus juga gak datang-datang jadi akhirnya kita berdua jalan disepanjang jalanan Gelora Bung Karno yang bersih dan rindang. Pemandangan gedung-gedung sangat cantik jadi kita ngalay dikit foto-foto dijalan. Saking alaynya loncat-loncat sambil nyenggol bule yang lagi olahraga. Iam sorry mister..wkwkwk
Lain kali, kalau mau ke event kayak gini harus bawa bekal dan minum plus goodie bag supaya gak nyampah sampah platik. Kasihan bumi kita udah ketutup sama plastik, guys. Terima kasih untuk IIBF yang sudah menggelar pemaren buku ini, saya harap tahun depan diadakan lagi dan akan ada banyak buku bahasa Jepang dengan harga yang terjangkau. Semoga dengan adanya pameran buku ini, minat baca masyarakat semakin bertambah banyak. 

"Bukalah jendela dunia dengan membaca buku. Buku ibarat sihir portable yang membuat kita bisa melihat Dunia."

Baca juga: Jika Kamu Sayang Anak, 4 Hal ini Harus Kamu Lakukan! 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.