Camping Seru dan Jembatan Gantung Terpanjang di Asia

19.51

Dipostingan kali ini, saya akan melanjutkan cerita trip saya Desember lalu di Sukabumi tapi sebelumnya buat kamu yang belum baca postingan sebelumnya, klik disini yaaa..

Hari pertama berkemah sangat berkesan karena saya belajar bagaimana caranya menyalakan api dengan spirtus. Perlengkapan masak yang hanya untuk dua orang ini, ternyata asyik juga ya. Mengawali hari dengan minum kopi panas dan kita mulai bersiap-siap untuk survive ke tempat wisata yang ada di Situ Gunung. Pertama, dari camping ground kita turun untuk sarapan pagi. Alhamdulillah banget ternyata disini fasilitasnya lengkap karena berada di destinasi wisata jadi tempat parkir, restoran, dan pusat oleh-oleh khas Sukabumi pun ada. Kita mulai turun sekitar jam 7 pagi dan kebetulan masih sepi. Kita berkunjung ke salah satu warung yang sudah buka dan biasanya warung ini buka pagi hingga larut malam untuk melayani pengunjung yang berkemah disini. Kita langsung memesan sarapan nasi goreng atau memesan nasi dengan aneka lauk yang sudah tersedia disini. Jangan sampai gak sarapan ya guys. Supaya tetap fit dan kuat, kita wajib sarapan. Setelah perut kenyang, kita langsung beranjak dan pergi ke destinasi wisata pertama kita, yaitu Suspension Bridge.


Baca juga: 


Kaget banget lihat tiketnya, ternyata murceeeeeeeeeeuuuu banget guys. Cuma 25K per orang kamu bisa nikmati 3 destinasi wisata sekaligus. Kita sebenarnya kurang informasi seputar destinasi wisata disini dan ternyata tiket ini sudah termasuk breakfast. Breakfastnya ala sunda dengan hidangan pisang dan singkong rebus dengan hot coffee atau tea. Padahal udah sarapan, tapi agak nyesel sih karena menu breakfast disini jauh lebih sehat.  Jadi makan dua kali, gagal pula diet saya. hihihi...
Tempat menyantap breakfastnya luas banget dan berasa kayak di Rumah pohon. Jadi, kita duduk di kursi pengunjung dari kayu dan di depan kita ada panggung teater dan pertunjukan musik. Karena masih terlalu pagi, jadi kita belum bisa lihat pertunjukan teaternya. Oh iya, disini juga ada galeri seni dan bisa mengikuti sekolah alam dimana kamu bisa belajar banyak tentang pengetahuan alam seperti aneka flora dan fauna di Situ Gunung ini. Selain itu, kalian juga bisa berfoto ala instagramable dan mengajak buah hati menaiki jembatan dan berfoto ria dengan view pemandangan alam layaknya di Rumah Pohon. Wah asyik banget dengan tiket semurah ini. 


Setelah menikmati kudapan hangat, kita lanjutkan perjalanan kita menuju destinasi pertama, yaitu Suspension Bridge. Suspension Bridge atau jembatan gantung ini ternyata disebut jembatan yang terpanjang di Asia. Waww makin bangga aja nih sama Indonesia. Jembatan gantung ini terbentang luas sepanjang 243 meter dengan ketinggian 161 meter di atas permukaan tanah. Sebelum masuk, kita harus memakai sabuk pengaman yang bisa dikaitkan pada bagian pengaman dinding jembatan bagi yang takut ketinggian. Jangan ditanya kenapa, karena di bawah itu jurang dan hampir gak keliatan dasarnya, guys. Untungnya diantara kita gak ada yang phobia tempat tinggi jadi masih bisa foto ala instagramable meskipun muka udah buluk, kucel, dan kusam karena gak pake skin care. 

Eh, ada warning juga nih. Ternyata jembatan ini hanya boleh dilewati 40 orang saja dalam sekali penyebrangan karena hanya menampung beban 55 ton saja. Selain itu, jembatan gantung ini terbuat dari papan kayu ulin dari Papua yang tahan akan perubahan suhu udara dan kelembaban. Fakta lainnya, pembangunan jembatan gantung ini ternyata menghabiskan dana sekitar 4 Miliyar loh. Selain menawarkan pemandangan perbukitan dan hutan, kalian juga bisa menjumpai aneka burung dan monyet yang bergelantungan dari satu pohon ke pohon lainnya. Pokoknya, pikiran kita direcharge lagi dengan energi positif dan rasanya semua masalah dan kegalauan mengalir layaknya air yang mengalir.





Setelah asyik berfoto dan selfie, kita melanjutkan perjalanan kita ke dua destinasi wisata lainnya yang harus dikunjungi. Destinasi selanjutnya, kita akan berkunjung ke Curug Sawer dan Air terjun di Situ Gunung. Udara pagi yang sejuk dan sedikit menusuk mulai semakin hangat karena tak terasa masuk jam setengah sepuluh. Di ujung penyebrangan Jembatan gantung, sudah disediakan toilet dan tempat istirahat bagi pengunjung. Kita masih harus menuruni ratusan anak tangga untuk melihat keindahan air terjun di bawah sana. Perut pun sudah mulai keroncongan, mungkin karena cuaca dingin disini jadi bikin laper teyuuusss. Mudah-mudahan di bawah sana ada warung jajanan untuk mengganjal perut. Baterai kameraku masih kuat untuk menangkap keindahan alam disana.

Penasaran, bagaimana indahnya air terjun dan Curug Sawer? Tunggu postinganku selanjutnya ya. See you next time. 

1 komentar:

  1. Whaaat! 25k untuk 3 destinasi+breakfast? Asyik banget, Dar! Kalau Tiket masuk ke Curug biasanya memang terjangkau, terakhir ke Curug 2015.. kangen euy

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.