Kemeriahan Festival Little Tokyo Ennichisai 2019

Siapa yang suka dengan budaya Jepang?
Kalian gak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang karena setiap tahunnya di Kawasan Blok M Jakarta Selatan ini terdapat event-event seru yang memperkenalkan kebudayaan Jepang. Salah satunya Ennichisai Festival ini yang selalu rutin menggelar event besar yang diselenggarakan oleh orang jepang yang tinggal di daerah sekitar Blok M. Konon katanya kawasan Blok M ini sering disebut Little Tokyo loh karena ada banyak orang jepang dan kedai, restoran, minimarket, bar, dan tempat hiburan malam seperti di Jepang. Disinilah surganya bagi pecinta film, serial drama, anime, dan komik Jepang. Saya sendiri sering berburu buku-buku dan barang-barang unik ala jepang di kasawan Blok M ini. 

Pada tanggal 22-23 Juni bulan lalu, digelar lagi Ennichisai 2019 yang merupakan festival kebudayaan Jepang yang terbesar di Jakarta. Pecintanya pun tidak hanya yang berada di kawasan Jakarta saja tapi ada juga pecinta budaya jepang yang datang dari berbagai daerah. Terlebih lagi event ini dibuka secara gratis sehingga setiap tahunnya kurang lebih ada 200.000 pengunjung dan tak tanggung-tanggung Idol Jepang pun diundang untuk memeriahkan acara dan menyenangkan para fansnya dari Indonesia. Event besar ini sudah digelar selama 10 tahun dan di event tahun ini sangat spesial karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Ibu kota Jakarta yang ke 492. Di festival ini gak bakal ngebosenin karena selalu menghadirkan pertunjukan seni dan budaya jepang, jajanan kuliner, dan aneka pernak-pernik ala jepang. Selain itu, pertunjukan budaya modern dan berbagai contest pun banyak digelar, seperti: cosplay, dance cover, omikoshi, yosakoi dance, enjuku, dan masih banyak lagi.

Pertunjukan Budaya Jepang

Kalau bicara seputar budaya pasti bahasannya akan sangat luas. Pertunjukan budaya jepang yang ditampilkan adalah omikoshi, pakaian tradisional, sejarah, alat musik, dan masih banyak lagi.

1. Pakaian Tradisional Jepang

Salah satu pakaian tradisional Jepang yang sekarang ini digunakan hanya saat upacara pernikahan, festival, dan acara-acara besar saja. Dulunya imono merupakan pakaian para bangsawan atau pakaian para geisha yang digunakan setiap harinya. Karena ada pengaruh budaya barat, orang jepang kini menggunakan pakaian ala modern untuk kegiatan sehari-hari. Selain kimono, Yukata juga merupakan salah satu pakaian tradisional Jepang yang lebih ringan dari pada kimono. Yukata sering digunakan ketika ada festival musim panas dan desainnya lebih simpel.


2. Alat musik dan Pertunjukan Seni

Salah satu alat musik yang ditampilkan di Ennichisai kemarin ini, adalah Wadaiko dan Koto. WADAIKO itu dalam bahasa Indonesia disebut drum Jepang dan alat musiknya berupa drum besar itu disebut TAIKO. Alat musik ini digunakan sejak zaman perang guna untuk menyemangati para pasukan perang dan memanggil musuh sesuai ketukan atau pukulan drum yang dimainkan. Saat ini, taiko digunakan untuk festival besar dan dimainkan untuk menyemangati saat pertandingan olah raga. Selanjutnya ada Koto, yaitu alat musik yang dipetik mirip seperti kecapi yang dimiliki Indonesia. Alat musik ini berasal dari China dan masuk ke Jepang sejak abad ke-7. Koto ini dimainkan saat perayaan atau matsuri di Jepang. Jepang juga banyak memiliki pertunjukan teater, seperti kabuki, noh, bunraku, dan lain-lain. Di Jakarta juga ada tempat teater musical Jepang loh, namanya ENJUKU yang sudah berkiprah di Indonesia selama 10 tahun. Enjuku teater ini menampilkan Odoro Orochi, yaitu drama musikal yang menampilkan drama yang diiringi alat musik taiko dan suling. Pemain teater Enjuku ini dimainkan oleh mahasiswa yang sedang belajar bahasa Jepang dan menyukai kebudayaan Jepang.


Baca juga: Meriahnya Festival Jiyuu Matsuri 2017 di UNJ


sumber photo dari dokumentasi akun instagram ennichisai.blokm

3. Arak-arakan Omikoshi dan Samurai

Masyarakat Indonesia sendiri sepertinya tidak ada yang tidak tahu soal samurai. Yap, salah satu pertunjukan yang paling ditunggu-tunggu oleh saya sendiri. Samurai dalam bahasa Jepang sendiri disebut bushi dan merupakan pasukan militer yang ada sejak zaman Edo. Kalian pasti tahulah karena sudah banyak film-film yang menceritakan tentang samurai. Gimana nih dengan samurai yang satu ini? Melihat aksinya memainkan pedang membuat para penonton sangat antusias.
Selain itu, pertunjukan yang paling heboh adalah OMIKOSHI, yaitu kendaraan dewa yang diarak mengelilingi kota saat ada festival atau matsuri di Jepang. Tandu yang merupakaan kendaraan dewa ini dihias sedemikian rupa dan semegah mungkin dan bisa dikatakan bentuk pemujaan dan mengantarkan para roh ke tempat peristirahatan mereka.





 4. Seni Kaligrafi dan permainan Jepang

Seni Kaligrafi Jepang disebut shodo yang menggunakan kertas dan kuas khusus untuk menulis kaligrafi. Shodo ini sebenarnya budaya yang datang dari China dan sudah memasuki Jepang sejak zaman Nara. Menulis kaligrafi juga tidak sembarangan harus disesuaikan dengan tipis dan tebalnya garis pada kanji yang akan di tulis. Nah, di event ini juga ada sensei (guru) yang mengenalkan shodo dan menjual pernak-pernik shodo misalnya gantungan kuci, pajangan, kartu, dan lain-lain. Kalian juga boleh menuliskan nama sendiri dengan huruf Jepang. Unik ya.
Selain shodo, ada stand permainan Jepang yang jarang ada di Indonesia. Kalau kalian nonton anime atau drama pasti ada permainan memancing dengan jaring dari kertas. Susah kan? Kalau kena air pasti kertasnya langsung robek. Lalu ada permainan menembak hadiah dengan pistol yang diisi peluru mainan. Kalau dalam 3 kali tembakan bisa menjatuhkan hadiahnya, maka hadiahnya bisa jadi buat kamu. Permainan Karuta Game dan pameran otomotif para otaku juga ditampilkan. Yang paling membuatku geleng-geleng kepala itu, pameran otomotif yang berstriker tokoh-tokoh karakter anime. Di dalam hati "Malu gak sih kemana-mana pake motor atau mobil beginian!" wkwkwk namanya juga hobi pasti siapapun pasti suka. 

Baca juga: 5 Japanese Snacks yang Terkenal Sebagai Oleh-oleh dari Jepang






Hiburan POP Culture

Ennichisai 2019 ini adalah event besar dan gak tanggung-tanggung para staff penyelenggara acara membuat 3 panggung di sekitar kawasan Blok M. Di setiap panggungnya ada acara hiburan yang ditampilkan jadi tidak heran pengunjungnya bisa ratusan ribu orang dan kamu berdesak-desakan untuk pindah dari panggung satu kepanggung yang lainnya. Selain itu, ada banyak penyanyi, artis, youtuber, dan band yang datang untuk meramaikan acara. Tidak banyak penyanyi yang saya kenal, tapi ada penyanyi dan grup boy band yang datang langsun dari Jepang, seperti: COLON, Addiction, Watari Azusa, Ola Aphrodite, Nanairo symphony, Shojo Complex, Magenta Rodeo, dan lain-lain. Selain itu ada Hiroaki Kato juga loh, duuhh aku ngefans banget nih. Mau minta foto tapi antrinya bukan main. JKT 48 juga ikut tampil menghibur para fans Indonesia. MC nya pun orang Jepang yang lumayan bisa menggunakan bahasa Jepang, mungkin diantara kalian ada yang kenal namanya GENKI. Lalu ada youtuber orang Jepang yang tinggal di Indonesia, seperti Daisuke yang kocak banget kalo ngomong bahasa Indonesia. 
sumber photo dari dokumentasi akun instagram ennichisai.blokm

Indonesia yang suka banget sama komedi, Jepang juga gak mau kalah. Jepang juga punya komedian terkenal yang dinaungi oleh perusahaan entertainment terbesar, yaitu Yoshimoto Kogyo Jepang. Beberapa komedian ini dikirimkan ke Indonesia dalam rangka projek "Sumimasu Asia Geinin" untuk berkarir di Indonesia, salah satunya: Kenta, Keitaro, dan Daisuke. Mungkin ada yang suka acara TV kulinernya Kenta si endut itu wkwkwk kocak banget doi.

Kuliner dan Merchandise Jepang

Bagi pemburu kuliner ala Jepang, ada banyak tempat dan stand-stand yang menjajalkan aneka jajanan khas Jepang, seperti takoyaki, taiyaki, ikayaki, ringo ame, udon, ramen, kakikori, dan masih banyak lagi. Tentunya cemilan jepang yang jarang kamu temuin di Jakarta dan cuma ada saat event ini. Terlebih lagi, penjual dan kokinya adalah orang Jepang sendiri loh. Selain itu, ada juga orang Indonesia yang membuka bisnis makanan Jepang yang sudah langganan di event jejepangan kayak gini. Ada sedikit cerita lucu saat saya mengunjungi event ini. Ditengah pengunjung yang membludak, saya bersikeras ingin mencoba membeli ringo ame, yaitu sejenis cemilan buah apel yang dibalut dengan permen gulali dan cemilan ini selalu ada kalau lagi musim panas di Jepang. Saya beli 1 ringo ame dan harganya Rp. 30.0000, lumayan mahal. Karena saya gak bawa tas gede dan gak bisa makan di tengah pengunjung yang desek-desekan ini, makanya saya cari tempat untuk duduk sambil makan cemilan yang sudah saya beli. Setelah arak-arakan tarian dan samurai selesai, saya akhirnya bisa keluar dari kerumunan. Tanpa sadar, ringo ame yang saya beli hilang. Padahal saya kantongin dan cemilan ukurannya seperti buah apel yang ditusuk, seharusnya kalau jatuh pasti kerasa gitu ya ehh karena kerumunan orang sama sekali saya gak sadar. Entah ada yang ngambil atau jatuh beneran tapi saya kesel banget udah ngeluarin duit dan antri tapi gak bisa makan, rasanya sakit! 


Baca juga: Kororo Fruits Candy by UHA





Untuk mengobati kesedihan gara-gara si ringo ame, saya jajan udon, kakikori, dan okonomiyaki. Kalau udon dan okonomiyaki pasti udah pada tau ya. Kakikori ini kalau dalam bahasa Indonesia disebut es serut. Hanya saja es serut Jepang ini lebih sederhana, hanya dengan menambahkan syrup buah asli atau diberikan susu kental manis di atasnya. Saya beli kakikori disana dan harganya mulai dari Rp. 10.000- 20.000 cukup murah ya. Buat jalan-jalan di event cukup awet dan gak gampang cair. Kalau di Jepang, Kakikori itu khas saat musim panas dan ada juga bahan es serutnya sudah diberi rasa aneka macam buah-buahan. Jadi, kalau makan es serutnya doank sudah ada rasanya guys. Pengen nyobain deh jadinya!

Baca juga: 5 Alasan kenapa memilih Batik Trusmi untuk Wisata Belanja

Ada juga Ikayaki, yaitu cemilan dari potongan ikan cumi yang besar dan dibakar lalu ditambahkan shouyu dan mayonaisse. Berhubung antriannya panjang banget jadi gak bisa beli. Selain kuliner, ada banyak yang menjual merchandise lucu dan imut bikin gak tahan pengen beli. Seperti, gantungan kunci, boneka, kipas angin, tas bentou, aksesoris, poster, kaos dan lain-lain.

Contest Cosplayers

Pemuda kreatif yang memakai kostum dari berbagai tokoh karakter anime ini beraksi di atas panggung untuk memenangkan hadiah di event ini. Cosplayer dari Jepang pun diundang untuk menjadi juri di contest ini. Tidak hanya kemiripan dan keunikan kostum, makeup dan keahlian menirukan karakter animepun dinilai dalam kontes ini. Pesertanya pun datang dari berbagai daerah bahkan ada yang datang dari luar negeri, seperti taiwan. Wow, segitunya ya! Yang tidak ikut lomba pun banyak, datang dengan memakai kostum dan ikut meramaikan event ini. Pengunjung pun banyak yang meminta foto bersama dengan para cosplayer. 

maaf nih muka gw kucel amat, capek kayak anak ilang! wkwkwk
 Baca juga: 4 Kuliner Khas Lebaran ini Buat Kamu Gagal Diet


Saya harap Ennichisai ada lagi tahun depan dan semakin banyak mengenalkan kebudayaan Jepang di Indonesia. Selain itu, saya harap ennichisai digelar dalam gedung, berbayar pun tak apa yang penting pengunjungnya nyaman. Saya rasa meskipun eventnya berbayar, tidak akan mengurangi minta pengunjung untuk hadir karena festival ini sudah sangat terkenalndan jadi event untuk para wisatawan dari luar kota. Sukses terus untuk para penyelenggara ennichisai dan volunteer yang secara sukarela untuk menyukseskan event ini. So, buat kalian para pengunjung mau pergi kemana pun jangan lupa bawa kresek sampah sendiri ya. Kasian loh, para volunteer bahkan orang Jepang pada mungutin sampah para pengunjung. Malu donk ya..hmmm
Semangat buat Ennichisai tahun depan!

2 komentar:

  1. Menarik sekali ya kebudayaan Jepang, terlebih pengin coba baju nya itu.

    BalasHapus
  2. Yah, telat tahunya. Ternyata ada festival beginian ya bulan Juni :{

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.