Pengalaman Naik MRT: Yakin Tiketnya Mahal??

06.30
Apa cuma saya doank yang baru nyobain naik MRT?
Informasi soal hadirnya salah satu Transportasi baru di Jakarta ini memang sudah saya ikuti bahkan sejak proses pembangunannya. Kereta cepat rel listrik ini sudah dibangun sejak Oktober 2014 dan baru mulai dioperasikan pada tanggal 24 Maret 2019. Mungkin ada yang belum tahu, MRT itu singkatan dari Moda Raya Terpadu Jakarta yaitu sistem transportasi transit cepat yang terhubung pada Jalur Selatan-Utara dan Jalur Barat-Timur Jakarta. Jalur yang sudah beroperasi saat ini adalah Jalur Selatan mulai dari stasiun Lebak Bulus sampai Bundaran HI. Sedangkan kota Jakarta bagian Utara masih belum beroperasi dan kemungkinan akan mulai dibuka pada tahun 2020. Lalu, Jalur Barat-Timur masih dalam proses dan kemungkinan akan dioperasikan pada tahun 2024, cukup lama juga ya hmmm. Tapi, warga Jakarta harus bersabar dulu karena saya yakin dengan adanya Transportasi cepat, nyaman, dan modern ini pasti akan membuat Jakarta lebih maju lagi.

Selama liburan sekolah, saya mengajak ponakan dan Bapak saya untuk jalan-jalan naik kereta seharian. Karena dari Rumah menuju stasiun MRT cukup jauh, kita berawal dengan menggunakan transportasi Kereta Commuter Line dari Stasiun Buaran sampai Stasiun Sudirman. Drama anak kecil pun dimulai saat dalam kereta. Kamu warga Bekasi pasti tahu bagaimana rasanya menggunakan kereta commuter line jurusan Bekasi-Manggarai. Yup, di dalam kereta super penuh dan gak ada yang mau ngalah sama anak kecil padahal kakak ipar saya gendong anak batita. Duhhh kesel deh sama penumpang yang gak mau ngalah padahal udah ada tanda tolong untuk mempersilahkan duduk bagi penumpang ibu hamil, lansia, dan anak-anak. Selain ponakan saya harus berdiri, saking sesaknya penumpang AC dalam kereta tidak menyala dan banyak yang mengeluhkan kepanasan. Drama pun belum habis disitu, karena menunggu antrian masuk stasiun Jatinegara, kereta pun menunggu lumayan lama. Hal ini pun sudah saya maklumi karena setiap hari memang begini tapi rupanya anak-anak mengeluhkan hal ini. Tiap hari transportasi ini jadi jantung banyak orang yang pulang-pergi kerja namun apa daya lagi-lagi transportasi ini belum jadi transportasi yang jadi idaman para warganya.

Penderitaan dalam kereta commuter pun sudah selesai dan kita sampai di stasiun Sudirman. Sudah lama rasanya tidak main ke Sudirman dan sekarang terowongan jalan Kendal dekat Stasiun Sudirman sudah berubah menjadi tampil artistik. Terowong jalan yang tidak jauh dari Stasiun Sudirman ini sudah jadi spot baru bagi yang suka berfoto. Dulunya sangat rentan dengan kondisi macetnya disini, sekarang kendaraan dilarang melewati terowongan dan lebih ramah lingkungan. Selain itu, ada banyak paint art yang keren-keren yang dilukis oleh para seniman dan dikala waktu sore menjelang malam lampu-lampu menghiasi terowongan. Semakin sore semakin ramai orang yang berfoto disini dan kita pun tak ketinggalan untuk mengabadikan moment.



Lokasi tak jauh dari stasiun Sudirman, hanya berjalan kurang dari 3 menit terlihat stasiun MRT Dukuh Atas. Pintu masuk sudah dijaga oleh petugas yang siap melayani dan memberikan informasi kepada penumpang yang baru pertama kali naik MRT. Karena keretanya ada di bawah tanah, penumpang harus menuruni beberapa anak tangga. Jangan khawatir bagi lansia dan yang membawa bayi, disini juga disediakan lift yang menuju langsung bawah tanah. Liftnya pun terbuat dari kaca tebal sehingga kita tetap bisa melihat pemandangan di luar. Berasa fasilitas yang mewah yaa..
Next step, membeli tiket MRT. Tidak begitu banyak antrian di depan Loket. Tiket Elektronik MRT ini dinamakan Kartu Jelajah yang terdiri dari dua jenis, yaitu: single trip dan multi trip . Untuk jenis kartu single trip, hanya bisa digunakan untuk satu kali perjalanan dan maksimal waktu pengembalian 7 hari. Sedangkan untuk multi trip, bisa untuk berkali-kali perjalanan selama saldo masih mencukupi. Kartu Flazz dan E-money juga bisa digunakan kok. 

Kenyamanan saat mengantri tiket dan berjalan atau berlari-lari pun bisa karena area bawah tanah yang sangat luas. Gak ada deh desek-desekan mau masuk atau keluar kereta dan sudah seperti transportasi luar negeri dan benar-benar rapih. Setelah memesan tiket, kami pun tidak sabar untuk segera masuk MRT. Lagi-lagi saya dikejutkan dengan teknologi Platform Screen Door atau pagar pembatas berupa kaca tebal yang dipasang disepanjang area peron penumpang dan jalur kereta. Ditambah lagi dengan Automatic Slinding Door untuk jalan keluar masuknya penumpang. Duuuhh keren banget, jangan sampe kelihatan kayak orang norak pokok'e.

Fungsi partisi pembatas ini untuk menjamin keamanan dan keselamatan penumpang agar terhindar dari kecelakaan seperti jatuhnya penumpang ke rel kereta api, tersenggol kereta, dan lain-lain. Selain menjaga keamanan penumpang, dengan dipasangnya PSD ini bisa menghemat biaya operasional untuk menyejukan udara di area stasiun bawah tanah hingga 40 %. Canggih banget deh



Setelah dapet tiket dan masuk ke peron kereta, kita tinggal menunggu kereta yang katanya datangnya setiap 10 menit dan perhitungan waktu saya tidak meleset. Kereta tepat datang 10 menit berikutnya dan para penumpang datang. Tarif MRT sudah diberlakukan tarif normal mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 14.000. Ternyata gak semahal yang saya dengar, apalagi dengan tarif yang terjangkau kita bisa menikmati fasilitas MRT yang super nyaman.

Kita pun antusias untuk melakukan perjalanan hingga stasiun Lebak Bulus dan bisa dilihat ada banyak kereta MRT yang terparkir di stasiun akhir Lebak Bulus. Kita berfoto ria saat di dalam kereta dan menikmati pemandangan kota Jakarta mulai dari stasiun bawah tanah dan stasiun melayang.  Kalau stasiun MRT dekat dengan rumah, maunya sih pulang pergi kerja dengan MRT saja. Kalau tempat tinggal kalian dekat dengan stasiun MRT, beruntung banget dan sayang banget kalau masih menggunakan kendaraan bermotor dan mobil. Ini bukti kerja keras pemerintah untuk menyediakan transportasi yang nyaman untuk masyarakat Jakarta. Makanya kita harus dukung projek pemerintah ini dengan menggunakan fasilitas umum dan mengurangi penggunakan kendaraan pribadi ya, guys.






Buat kalian yang belum naik MRT, saya ingin berbagi tips supaya perjalanan kamu dengan MRT lebih menyenangkan.

1. Cek terlebih dahulu stasiun MRT terdekat.

Daftar nama stasiun MRT yang sudah beroperasi adalah: 
Lebak Bulus Grab, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, ASEAN, Senayan, Istora Mandiri, Bendungan Hilir, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran HI.

2. Sebaiknya gunakan uang elektronik yang dapat dikeluarkan oleh Bank, seperti: E-Money, Brizzi, Tap Cash , Flazz, JakLingko, dan JakartaOne. Jika tidak ada, silahkan mengantri untuk membeli tiket single trip atau multi trip di Loket.


3. Mematuhi peraturan yang ada saat berada di stasiun dan saat ada di dalam Kereta. Di dalam kereta sendiri terdapat CCTV, jika ada penumpang yang mencurigakan atau melanggar peraturan maka akan didatangi petugas.

4. Cari Spot Instagramable buat kamu yang suka berpoto. Beberapa nama stasiun ini sangat direkomendasikan buat kamu yang suka foto, diantaranya: Fatmawati, Haji Nawi, Cipete Raya, Asean, Blok M, dan Istora Mandiri.



5. Cari stasiun MRT yang tidak jauh dengan stasiun KRL. Lebih menghemat biaya jika kamu tempat tinggalnya jauh dari stasiun MRT.

Wah lebih enak naik transportasi umum sekarang ya. Udah ada KRL, MRT, nanti ada lagi LRT hhmmm semakin praktis dan canggih aja Jakarta. Jadi gak ada alasan buat gak naik transportasi umum ya. Ayo donk kita sama-sama bangun Jakarta yang bebas dari kemacetan dengan menggunakan Kereta. 

11 komentar:

  1. Yahh, Jakarta utara msih dlm proses kah?
    Pdhl saya ingin coba juga..

    Kbwtulan tinggal dijakut jga, huft jdi msih proses ya

    BalasHapus
  2. Aku orang Bekasi, tapi lom sempat cobain MRT

    Maksih loh tips nya

    BalasHapus
  3. Wah aku belum pernah mba naik MRT. Padahal nggak terlalu jauh juga dari rumah dan entah kenapa juga nggak ada rasa kepengen naik MRT kayak orang-orang. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh deket rumah padahal mba. yuk atuh naik.

      Hapus
  4. Mbak, kapan kita kopdaran di MRT atau mending kopdaran di stasiun buaran aja? Hihi. Sampai sekrang saya belum nyobain naik MRT nih..hiks. Sedih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal kita deketan rumahnya ya mba..
      mba muyas sibuk sih. hehehe

      Hapus
  5. Ooooooh mbak Oka ini yang namanya Daruma toh? Walah hihihihi unik pisan euy! Btw aku belooom jadi2 nyobain naik MRT. Saat gratisan waktu itu udah print tiket segala dan hampir parkir di Carefour Lebak Bulus kan eh ternyata ada keperluan mendadak. Batal deh MRT-an bareng suami dan anak2. Entah kapan mau coba naik MRT, cari temen dulu deh hehehe :)

    BalasHapus
  6. Ah, di kotaku belum ada MRT :(
    habis baca tulisan ini kok jadi pengen njuga ya rasain sensasi menggunakan NRT untuk perjalanan :)

    BalasHapus
  7. Kapan-kapan klo pas ke jakarta jaknya wajib nih ya coba MRT

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.