Hubungan Baik Antara Indonesia dan Jepang di JAK-Japan Matsuri 2019

Yang suka event jejepangan, coba angkat tangannya!
Saat jalan mau pulang dari pameran buku di JCC beberapa minggu yang lalu, eeehh gak sengaja ternyata ada banyak pohon sakura buatan yang terlihat dari luar pintu gerbang selatan GBK. Teman saya yang penasaran akhirnya mengajak saya untuk mengintip lebih dekat ada acara apa disana. Eeehhh taunya ada event Jak-Japan Matsuri yang digelar di GBK juga ternyata. Sepengetahuan saya biasanya diadakan di Universitas Negeri Jakarta namun nampaknya tahun ini sedikit berbeda. Akibat kurang update, akhirnya kita secara kebetulan bisa berkunjung ke event ini sekalian mamanjakan perut kan guys. Langsung saja kita ke TKP eitssss ternyata harus beli tiket dulu, guys. Saya kira gratis kayak Ennichisai beberapa bulan yang lalu. hihihi.
Tiketnya juga gak terlalu mahal, cuma 30K dan kamu bisa menikmati event sepuasnya plus dapat kipas gratis. Event yang terus diadakan setiap tahun ini tak terasa sudah ke 11 kalinya dan menyongsong tema di 2019 ini yaitu "Indonesia & Japan Always Together" dan "Join and Experience Real Culture!”. Team JJM bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menyelenggarakan event ini dengan tujuan untuk menjalin hubungan persahabatan yang baik antara warga Indonesia dan Jepang. Selain itu, untuk mempromosikan pertukaran budaya yang seimbang antara Jepang dan Indonesia kepada para pengunjung sehingga bisa merasakan keaslian budaya dan pengalaman yang berbeda.



Ada apa aja sih di event jejepangan ini, yuk kita intip sama-sama.

Event yang di gelar di GBK ini sangat buat pengunjung leluasa meskipun pengunjung terus berdatangan. Pintu masuk dihiasi dengan beberapa pohon sakura buatan dan lampion-lampion yang cantik membuat pengunjung berasa benar-benar seperti ada di Jepang. Tidak sedikit yang asyik berfoto di depan pohon sakura yang intragramable. Kita berdua juga gak mau kalah ikutan ngalay juga wkwkwk. 

Omikoshi

Salah satu yang jadi pusat perhatian di event Jepang ini adalah pertunjukan Omikoshi, yaitu kendaraan dewa yang diarak mengelilingi kota saat ada festival atau matsuri di Jepang. Arak-arakan ini dilakukan oleh team dari pelajar Indonesia dan diikuti oleh grup arak-arakan omikoshi laki-laki orang Jepang. Selain itu, emak-emak orang Jepang juga tidak mau kalah dan secara bergantian ikut melakukan arak-arakan omikoshi oleh grup wanita. Tandu sebagai kendaraan dewa tersebut diangkut mengelilingi area GBK sambil mensorakkan suara semangat yang kompak dari semua anggota. Saya sangat jatuh cinta dengan seni dan hiasan tandunya terlihat mewah dan cantik.



Yukata dan Cosplay

Kayaknya kedua item ini wajib hadir di event Jepang ini. Disini pengunjung bisa merasakan memakai pakaian tradisional khas musim panas di Jepang, yaitu Yukata. Terdapat stan penyewaan Yukata yang bisa kamu pakai seharian di area event. Lalu, ada cosplay juga. Kalau kamu pertama kali datang ke event ini jangan heran ada banyak orang yang menggunakan wig atau kostum menyerupai tokoh karakter animasi atau biasanya disebut ANIME. Di hari kedua akan hadir bintang tamu cosplayers dari Jepang dan sumpah cosplayers disini keren-keren. Selain itu, ada perlombaan cosplay yang mengundang minat banyak pengunjung untuk datang kesini.

Game

Stan-stan disini juga turut memeriahkan acara dengan mengadakan game-game Jepang yang menarik, salah satunya game yang dilakukan oleh stan properti ini. Game ini disebut Daruma Koronda, yaitu game menjatuhkan bantalan boneka daruma dengan mempertahankan daruma supaya tidak jatuh. Bagi yang berhasil akan mendapatkan hadiah menarik loh. Nama saya juga Darma dalam bahasa jepang disebut Daruma juga wkwkwk jadi berasa aku yang dipukulin hihihihi.



KULINER

Setelah berburu buku dan lelah berkeliling, kita tak lupa memanjakkan perut dengan jajanan-jajanan Jepang yang enak-enak. Yang enak pasti selalu ketebak dari antriannya yang panjang. Kalau gini kan bikin penasaran ya kan, guys. Salah satunya, Gurita Bakar atau dalam bahasa Jepangnya Moeta Tako. Gurita yang super big ini ditusuk dengan tusukan sate ukuran besar dan panjang lalu dibakar dengan dibumbui shouyu dan penyedap lainnya. Kalian harus sabar menunggu.


 Baca juga: Kemeriahan Festival Little Tokyo Ennichisai 2019


Abangnya saking capeknya melayani pelanggan, haus dulu pengen minum. Kepikir gak sih guys mereka untungnya berapa banyak di event ini. Orang Indonesia emang suka jajan. Next, jajanan selanjutnya saya beli ramen dan Okonomiyaki. Seru banget liat chefnya menuangkan adonan okonomiyaki yang terdiri dari tepung terigu, telur, daging, dan aneka sayuran di atas pemanggangan. Lalu dibumbui dan dipotong sesuai ukuran dan dibagian atasnya dituangkan mayonaise, shouyu, dan sentuhan terakhir bubuk rumput laut dan ditaburi ikan cakalang asap khas Jepang. Wanginya nyampe gak nih?!



Masih ada banyak lagi jajanan lainnya yang tentunya bikin kamu pengen jajan terus, bahaya banget guys. Harganya pun relatif ya mulai dari 20K-30K dan ada Hokben juga kalau kamu pengen makan nasi. Setelah makan, kita shalat magrib di mushola yang disediakan oleh panitia JJM. Yang paling aku kagum sama panitianya ini adalah mereka perhatian dengan sampah, tempat sampah banyak disediakan diberbagai sudut di area event dan sudah disediakan pula tempat sampah yang dipisahkan sesuai jenis sampahnya pula. Jadi gak ada alasan buang sampang sembarangan. Setelah shalat, kita keliling lagi dan mendekati panggung dan tak disangka saya bakal ketemu lagi sama Bapak Anies Baswedan sekaligus Duta Besar Jepang yang akhir-akhir ini mencuri perhatian masyarakat Indonesia dengan akun Instagramnya, yaitu Bapak Ishii Masafumi. Beliau memberikan sambutan yang hangat untuk membuka event hubungan baik antar Jepang dan Indonesia. Karena Background panggung sangat terang jadi foto yang saya ambil tidak memuaskan. Huffhhtt..

Budaya Memilah Sampah

Disini kita bisa mengenal budaya orang Jepang membuang sampah. Pengunjung dikenalkan cara membuang sampah dengan memilah-milah sampah sebelum dibuang. Mencuci dulu sampah botol atau kaleng-kaleng lalu dihancurkan dan dibuang. Lalu, di Jepang juga membuang jenis sampah sesuai jadwal yang ditentukan di daerahnya dan harus membayar pula. Benar-benar ketat ya makanya negara mereka sangat bersih dan minim sampah. Mudah-mudahan neraga kita bisa peduli terhadap sampah dan bisa menjadikan negara yang bersih dari sampah.


Nah, begitulah review event yang secara kebetulan kita berdua ikuti. Banyak ilmu yang saya terima disini sekaligus bercakap dengan orang jepang secara langsung. Mereka ramah-ramah tapi orang Indonesia lebih ramah kok hehehe. Saat mau keluar dari event ini, kita diberi botol minum gratis dan gak sia-sia datang kesini. Keluar dari event, kita jalan menuju stasiun MRT dan berjuang lagi menunggu KRL. Seneng banget pulang-pulang bawa buku banyak, kenyang, dan botol minum gratis wkwkwk.

Sampai jumpa di event tahun depan. ^_^

3 komentar:

  1. Makin di scroll ke bawah, dalam hati saya menjerit "iiih mau!!!" terutama pas lihat gurita bakar gede-gede gitu. Soalnya disini ada jual cumi+bakso bakar, tapi cuminya seupriiiiiiiit banget aduuh nggak puas gitu T_T *maap mba jadi curhat*

    BalasHapus
  2. Wah emang segitunya banget ya ternyat aorang jepang ini sama sampah-sampahan. Sampe harus nyuci dulu. Hohoho. Baru tahu euy ada acara ini. ANyway, kayaknya baru pertama kali juga deh main ke sini. Salam eknal ya! \(w)/

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.