Advertisement

Main Ad

Panorama Waterfall Curug Sawer dan Situ Gunung Lake di Sukabumi

Masih cerita soal travelingku di Sukabumi Jawa Barat. Cerita petualangan dengan teman saya tidak berhenti sampai destinasi jembatan terpanjang di Asia. Perjalanan berikutnya kita harus jalan kaki lagi cukup jauh untuk melihat keindahan Air Terjun di Curug Sawer. 
Buat kalian yang belum baca postingan saya sebelumnya klik disini, ya.

Setelah kita menyebrang di Situ Gunung Suspension Bridge, kita menuruni banyak anak tangga. Meskipun waktu sudah menunjukan jam setengah sebelas, rasanya tak terasa karena cuacanya sejuk dan memang sedikit mendung. Karena malamnya hujan, jalanan anak tangga sangat licin tapi syukurlah jalur anak tangga tidak terlalu curam dan aman. Sepanjang perjalanan ada beberapa petunjuk yang dipasang di beberapa tanaman yang merupakan aneka tumbuhan yang berguna untuk obat dan ada juga tumbuhan langka. Sejauh mata memandang hanya dikelilingi dengan pepohonan yang hijau dan teduh. Dinding-dinding tebing pun terlihat seperti air terjun kecil yang airnya sangat jernih. Meskipun capek dari tadi jalan kaki mulu tapi rasanya terasa refresh karena bisa melihat pemandangan yang belum tentu ada di Jakarta. Beruntung banget bisa kesini.

Waterfall Curug Sawer dan Situ Gunung



Destinasi wisata yang berada di kawasan pegunungan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ini memang sangat diminati pengunjung. Tidak hanya terdapat camping groundnya saja, wisata alam lainnya seperti curug sawer ini tidak pernah sepi pengunjung. Selain itu, kurang lebih 870 spesies tumbuhan yang terdapat di hutan kawasan taman nasional ini, seperti 200 jenis tumbuhan anggrek, 150 jenis tumbuhan paku, dan masih banyak tumbuhan langka lainnya yang masih tetap terjaga kelestariannya. Sedangkan Fauna terdapat 250 jenis burung dan 100 mamalia yaang langka, seperti Lutung Surili yang bisa kamu jumpai saat menyebrangi jembatan Situ Gunung yang fenomenal. 

Berjalan kaki kurang lebih 1.2 kilometer dan kita sudah mulai mendengar suara air yang gemerincik. Dari bawah sudah terlihat banyak pengunjung yang sedang berenang di sungai, memancing, beristirahat di bebatuan yang cantik, dan menikmati kopi dan santapan hangat di kedai curug sawer. Fasilitas cukup lengkap, mulai dari toilet dan tempat peristirahatan. Kita tidak lagi merasakan penat dan malah seperti terasuki akan keindahan air terjun Curug Sawer yang mempesona. Pengunjung yang berlalu lalang terlihat sibuk untuk memotret keindahan alam ini. Airnya sangat jernih, desisan air yang jatuh dari atas juga sangat kuat sehingga percikan air yang menyentuh kulit terasa seperti tertusuk jarum. 


Sensasi ini belum pernah saya rasakan sebelumnya, guys. Benar-benar cantik dan wowww rasanya sulit diungkapkan. Semakin mendekati air terjun, rasanya semua beban dan rasa lelah hilang entah kemana. Setelah cukup lama bermeditasi dengan memejamkan mata, kita akhirnya bisa mengambil moment dan berfoto bersama. Meskipun kita hanya teman sekantor, rasanya hubungan kita semakin dekat aja. Hanya kita lebih saling mengerti sikap masing-masing dan kita lebih tertawa gembira saat di luar kantor hahahaha. Saya gak tau mau bilang apa lagi, pokoknya makasih banget sudah mengajak saya kesini dan selalu sabar mendengar keluhan saya yang bawel dan menyebalkan ini. Traveling dengan segala persiapannya yang buat saya ribet, membuat saya tahu dan belajar banyak hal sehingga dari hati saya mengatakan "Yuk, Travel lagi, guys." 
It's an amazing feeling, I can't describe how it feels.




Setelah kedinginan, kita pun beristirahat sejenak dan membeli sbeberapa pernak-pernik untuk oleh-oleh. Namun kesenangan ini sepertinya akan berakhir karena kita harus mendaki anak tangga yang cukup panjang. Yah..Dunia ini memang sungguh adil. Perjalanan menaiki anak tangga memang tak seindah saat menuruninya. Butuh perjuangan dan tenaga, namun kita saling memotivasi satu sama lain, teman terkadang berceloteh dan membuat kita semua tertawa sehingga kaki pegal ini mampu mencapai puncaknya.

Perjalanan masih belum berakhir, kita harus melihat satu destinasi lagi, yaitu Danau Situ Gunung. Meskipun sudah capek, kita semua sepakat untuk jalan kaki lagi dan ini lebih jauh, guys. Danau Situ Gunung berada di luar kawasan Situ Gunung Suspension bridge dan Curug Sawer, jadi kita harus keluar gate dulu dan berjalan jauh lagi turun ke bawah. Jalan menuju ke Danau tidak begitu sulit karena jalanan sudah beraspal dan lumayan lebar. Biasanya pengunjung yang tidak punya waktu lama lebih menggunakan kendaraan pribadi atau fasilitas ojek menuju ke Danau. Biaya ojek mulai dari Rp.15.000-Rp.18.000. Karena kita camping disini, jadi lebih hemat dengan jalan kaki. Seperti biasa kita dikelilingi dengan pohon yang rindang dan bernyanyi bersama sambil menuruni turunan yang meliuk-liuk. Tapi gak pernah mikirin gimana nanti pulang soalnya harus mendaki lagi nih wkwkwk. Temen saya saking semangatnya, pengen coba pose seperti ini. Keren ya... berasa seperti dikelilingi energi positif. Rasanya "Wanita" itu bisa melakukan apapun. 




Mengintip dari atas tebing, pemandangan danau bisa terlihat cukup jelas dan airnya begitu tenang. Selain itu, perahu-perahu nelayan juga terlihat menyusuri danau. Danau Situ Gunung ini berada pada ketinggian 850 mdpl yang ada di kaki Gunung Gede Pangrango. Danau ini menyuguhkan pemandangan landscape yang luar biasa indah. Selain berada di tengah-tengah hutan yang lebat, di ujung danau juga terlihat banyak pengunjung yang bercengkrama di depan Tenda. Ya, disini juga kalian bisa melakukan camping. Fasilitas camping ground dengan panorama yang luar biasa ini bisa kalian dapatkan. Belum cukup puas juga, kalian bisa cobain fasilitas Flying Fox yang cukup menantang.

Setelah lelah berjalan kaki, akhirnya kita bisa memasuki danau tanpa tiket alias gratis. Fasilitas disini cukup lengkap, seperti toilet, mushola, kedai makanan, dan saung-saung untuk tempat istirahat. Pangkalan ojek juga ada yang siap mengantar kalian kembali ke titik awal kawasan Taman Nasional. Hamparan padang rumput yang luas, membuat pengunjung bisa saja melakukan piknik atau sekedar rebahan sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang menyejukan. Anak-anak yang bebas bermain dengan ceria dan tentu membuat siapapun merasa senang melihatnya. Air danaunya memang cukup keruh namun pemandangan yang disuguhkan cukup membayar rasa lelah siapapun yang datang kesini. 

Tak cukup dengan berfoto dan melakukan berbagai permainan di area sekeliling danau yang luas ini, kita juga bisa menyewa perahu nelayan untuk menyusuri danau hanya dengan Rp.20.000/ orang. Memang cukup merogoh kocek yang cukup mahal untuk sekali perjalanan dengan perahu. Akhirnya kita menyerah dan cukup berfoto dengan pemandangan landscape ala instagramable ini. Belum puas berfoto, namun sayangnya baterai kamera saya sudah habis. Baterai HP juga sudah mulai sekarat karena lupa belum charge malamnya. Kalau kalian kesini, siap-siap bawa power bank atau baterai kamera cadangan supaya gak rugi mengabadikan pemandangan dan moment spesialmu saat traveling bersama dengan orang tersayang. Tak sadar cuaca sudah semakin mendung, kita memutuskan untuk pulang lagi ke Tenda dan beristirahat. Usai sudah petualangan hari itu dengan meninggalkan rasa sedih karena mengingat kalau besok kita harus berkemas dan kembali ke Jakarta.


Giliran saya motoin orang hasilnya bagus, tapi kalau giliran saya yang difoto kenapa selalu kelihatan gemuk. wkwkwk


Waterfall Curug Sawer dan Situ Gunung
He is my friend. Call him "Sendy". He's always playing with spongebob and doing something weird hahaha..

Saya sadar selama ini saya tidak hanya dikelilingi orang-orang yang sudah berpasangan saja, ternyata banyak juga disekeliling saya yang masih sendiri. Ya seperti doi dan beberapa teman saya lainnya yang selalu berpetualang mencari pasangan. Buat kalian yang belum punya pasangan jangan sedih, kalian bisa menyewa teman saya ini untuk diajak foto bersama dan biarkan orang lain salah paham tentang ini wkwkwk. 

"SINGLE" itu bukan status tapi hanya sebuah kata yang mendeskripsikan bahwa betapa kuatnya dirimu menikmati hidup ini dengan bahagia. Ciaaailllaaaaahhhh ngomongnya sok bener hehee.

Buat kalian yang mau kesini dan menikmati wisata alam yang luar biasa kayak gini, kalian bisa datang dengan kereta menuju Stasiun Cisaat lalu menuju ke kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan menyewa angkot. Kalau mau menginap, kalian bisa melakukan camping dengan biaya yang cukup hemat dibandingkan dengan menginap di Villa yang cukup mahal sekitar Rp. 400.000 per malamnya. Datanglah sepagi mungkin supaya kalian bisa menikmati area wisata di kawasan Taman Nasional ini, yaitu: Situ Gunung Suspension Bridge, Water Fall Curug Sawer, dan Danau Situ Gunung dalam satu hari. 



Tips buat kalian mau camping:
  • Perlengkapan pribadi, seperti pakaian secukupnya, alat mandi, makanan darurat, senter, dan obat-obatan. Persiapkan uang cash selama camping. 
  • Mengenal fasilitas apa saja yang ada di Camping Ground. Seperti, MCK, tempat sewa sleeping bag, kedai makanan terdekat, dan destinasi wisata.
  • Perkiraan cuaca dan cek akomodasi.
  • Mematuhi aturan setempat, seperti tidak membuang sampah sembarangan.
Menurut saya, perlengkapan kita untuk traveling kesini dinilai masih kurang persiapan. Sangat disayangkan, teman saya jatuh sakit karena demam. Saat pulang lebih banyak drama karena khawatir akan teman kita yang tiba-tiba sakit padahal dari awal semangat luar biasa. Ternyata, doi tidak makan teratur selama camping dan energi kita terkuras karena harus jalan kaki terus untuk berkeliling ke destinasi wisata di kawasan Taman Nasional ini. Disatu sisi saya mendapat pelajaran penting soal kesehatan, disisi lain saya merasa bangga karena jiwa solidaritas kita sangat baik. Selama teman sakit, semua orang sangat peduli. Meskipun saya selalu ceramahin dia, tapi kita berusaha merawat dan saling menjaga satu sama lain. Dalam hati saya selalu berdoa "Ya Allah semoga saya selalu dikelilingi orang baik seperti mereka."

Usai sudah kita berpetualang selama 3 hari 2 malam di Sukabumi. Kita pulang dengan selamat meskipun rumah saya paling jauh daripada yang lainnya. Meskipun saat pulang tempat duduk kita berjauhan di dalam kereta, tapi rasanya trip ini terlalu cepat. Saya bahkan belum bisa menyalakan api dengan spirtus. Oke, besoknya ketemu di kantor langsung berceloteh "Hey, kapan kita jalan-jalan lagi?".


Post a comment

6 Comments

  1. seru banget! Aku dari kemarin ingin banget ngunjungin situ gunung ini yg ada waterfall nya juga ya. Salam kenal kak :)

    ReplyDelete
  2. Lihat ini jadi kangen jalan-jalan aku Kak 😆 pengen banget jalan2 ke gunung lagi, sejuk dan seger ...

    ReplyDelete
  3. Woww seru dan menarik banget mupeng deh liat wahana nya tapi kok jauhh ya dari tempat ku huhuhu

    ReplyDelete
  4. Dan aku abis baca ini mendadak ingin liburan ~ sudah lama bngt rasanya ga ngrasain berlibur ..huhu

    ReplyDelete
  5. Aku belum pernah nih ke danau situ gintung. Padahal dulu masih dekat ya kalau dari jakarta. Sekarang aku udah pindah, makin jauhhhh.

    ReplyDelete
  6. Paling Suka berwisata di tempat alam seperti ini apalag kalau ada air terjunnya, uwuuu jadi kangen jalan2 nih

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog ini.