Advertisement

Main Ad

Mengubah Perilaku di Rumah untuk Antisipasi Bahaya Kekeringan 2020

Mengubah Perilaku di Rumah untuk Antisipasi Bahaya Kekeringan 2020


Air adalah sumber kehidupan yang sangat diperlukan oleh kita. Semua makhluk hidup sangat bergantung dengan air dan kita tidak bisa bertahan hidup tanpa air. Air bersih sangat dibutuhkan untuk kita gunakan setiap harinya, seperti air bersih untuk minum, memasak, sanitasi, dan mencuci.  Sumber air yang ada di planet kita terdiri dari 97% air laut dan 3% air tawar. Air tawar inilah yang kita butuhkan untuk kebutuhan air bersih kita setiap harinya. Inilah hal yang perlu kita sadari bahwa air adalah sumber kehidupan yang sangat berharga dan betapa pentingnya kita untuk menghemat penggunaan air. Sumber air tanah di Indonesia sendiri 9 kali lipat lebih banyak dari negara lain dan seharusnya kita tidak akan mengalami kesulitan air. Namun fakta berkata lain, lebih dari 30 juta jiwa penduduk Indonesia yang kekurangan air bersih. Sebagai salah satu negara dengan populasi penduduk yang padat di dunia, pasokan air bersih yang ada dimasyarakat jauh dari kata cukup dan terjadi krisis air bersih yang sudah melanda diberbagai daerah di Indonesia.

Apa yang menyebabkan terjadinya kekeringan?

Indonesia adalah negara yang beriklim tropis dan daerah yang paling banyak terpapar sinar matahari. Ketika musin hujan tiba di beberapa wilayah di Indonesia mengalami kebanjiran dan ketika musim kemarau tiba terjadi kekeringan. Kekeringan tidak hanya terjadi di Indonesia, bencana ini pun terjadi diberbagai belahan dunia, seperti Afrika, India, Meksiko, dan masih banyak lagi. Kekeringan yang terjadi bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

Kemarau Panjang

Musim kemarau yang terlalu lama bisa menyebabkan menurunnya ketersediaan pasokan air di berbagai wilayah. Sementara penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari tidak berubah justru semakin meningkat mengikuti jumlah penduduk yang terus bertambah. Jika tidak ada pembatasan pemakaian air, maka tidak heran banyak warga yang mengalami krisis air bersih dan harus berjalan puluhan kilometer untuk mendapatkan sumber air. Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga menyatakan bahwa tahun ini sepertiga wilayah Indonesia akan mengalami kemarau panjang meskipun hal ini masih sulit diprediksi.

Kerusakan Ekosistem

Para oknum dan pelaku yang tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan ekosistem alam di Indonesia, seperti penebangan hutan, kebakaran hutan, dan penambangan ilegal yang masih menjadi masalah. Salah satu kasus baru-baru ini, yaitu bencana longsor dan banjir bandang di Bogor yang merupakan salah satu akibat dari kerusakan ekosistem terutama pertambangan ilegal. Bencana ini menyebabkan puluhan ribu jiwa harus mengungsi karena kehilangan rumah dan mata pencaharian mereka. Meskipun begitu, pemerintah telah berupaya untuk menghentikan tambang ilegal ini dan mengkonservasi daerah hulu. 

Global Warming

Pemanasan Global ini sudah tidak asing lagi dan selalu jadi pembahasan di dunia. Hal yang menyebabkan pemanasan global adalah efek rumah kaca, pembakaran sampah dan pembuangan limbah yang meracuni air, pemakaian zat kimia, pemakaian listrik berlebihan, dan polusi udara. Oleh karena itu, perubahan cuaca dan iklim berubah sehingga air tanah lebih cepat menguap, seringnya terjadi badai, gunung es mencair, dan cuaca menjadi sulit diprediksi. Selain itu terjadinya krisis pangan karena berkurangnya hasil pertanian, tingkat kesuburan tanah berkurang, dan pernapasan terganggu akibat polusi udara yang sulit menghasilkan oksigen.


Mengubah Perilaku di Rumah untuk Antisipasi Bahaya Kekeringan 2020


Berkurangnya daerah resapan air

Daerah resapan air sudah beralih fungsi menjadi pemukiman dan industri. Hutan dan pepohonan ditebang sehingga banyak daerah yang tidak memiliki tabungan air. Sumber air ditutup dan didirikan bangungan dengan beton-beton sehingga menutup resapan air dan kandungan air tanah semakin hilang.

Minimnya sumber air

Sumber air yang kita butuhkan bisa didapatkan dari sumber air tawar, seperti air permukaan, desalinasi, dan air tanah. Namun, cadangan air ini semakin berkurang terutama di daerah perkotaan. Sebagian banyak warga menggali sumur semakin dalam untuk memperoleh cadangan air. Air pun menjadi semakin mahal dan warga mulai banyak mengkonsumsi air kemasan karena kondisi air sudah semakin tidak layak untuk diminum. Air tanah dirusak, air sungai dipenuhi limbah dan sampah plastik, dari tahun ke tahun kualitas air di Indonesia semakin memburuk disebabkan oleh tangan manusia. Selain itu, eksploitasi sumber air di Indonesia juga semakin mengkhawatirkan sehingga menyebabkan masyarakat kehilangan pasokan air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri dan pertanian khususnya di Pulau Jawa. Sayangnya, eksploitasi ini malah dilegalkan oleh pemerintah untuk kemakmuran industri dan meningkatkan perekonomian. Kita sudah lupa bahwa sumber daya alam di negara kita ini merupakan hak setiap warga negara dan hanya berputar untuk kepentingan kalangan tertentu saja. Kebutuhan mereka terpenuhi karena mampu dari segi ekonomi namun bagi mereka yang miskin selalu dirugikan dan bersusah payah mendapatkan air.

Mengubah Perilaku di Rumah untuk Antisipasi Bahaya Kekeringan 2020

Pemborosan Air

Tanpa sadar sebagian besar dari kita justru yang menjadi salah satu penyebab kekeringan. Prilaku kita sehari-hari yang tidak hemat dalam penggunaan air. Kegiatan sehari-hari yang menyebabkan pemborosan air, seperti lupa mematikan keran air, kegiatan membersihkan rumah dengan menggunakan banyak air, menyirami tanaman dengan semprotan air yang besar, mencuci sedikit pakaian dengan mesin cuci setiap hari, dan masih banyak lagi. Jika kita tidak disiplin menghemat air maka masa depan generasi kita selanjutnya akan terancam.

Mengapa Kita Harus Menghemat Air?

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa sumber air tanah kita sudah semakin langka dan kondisinya pun semakin tidak layak. Jika kita terus menerus membuang air, apa yang akan terjadi kepada anak-anak generasi kita nantinya. Ancaman bahaya kekeringan yang akan terjadi tahun ini adalah bencana yang paling menakutkan dan tidak pernah kita inginkan. Oleh karena itu, kita perlu mengubah prilaku kita dan melakukan kegiatan menghemat air yang bisa dilakukan di rumah. 

ancaman kekeringan 2020


Selain peduli terhadap kelestarian sumber air, dengan mengikuti langkah-langkah di atas kita dapat mengurangi tagihan air dan juga turut menghemat energi. Prilaku dan kebiasaan di rumah ini adalah sebagian kecil yang bisa kita lakukan untuk bumi kita. Selain itu, bergabung dengan komunitas-komunitas peduli lingkungan dan mengajak banyak orang untuk menyerukan aksi menghemat air. Seperti yang dilakukan oleh sahabat-sahabat dari Komunitas Yayasan Air Kita di Jombang, Jawa Timur. Salah satu organisasi non-profit yang bergerak dibidang keagamaan, sosial, dan pendidikan non formal yang dibangun sejak tahun 2017. Yayasan Air Kita memberikan sosialisasi kelestarian air hujan dan mengajarkan warga dan anak-anak mengenai cara menampung air hujan yang digunakan untuk air minum saat musim kemarau tiba. Saya terharu sekaligus bangga karena masih banyak orang-orang yang peduli terhadap lingkungan dan memulai aksi nyatanya. Hadirnya komunitas kecil ini justru menjadi sumber harapan kita semua untuk masa depan yang lebih baik.

Semua aksi yang kita lakukan sangat perlu dukungan dari pemerintah untuk bekerja lebih keras lagi dalam menangani masalah kekeringan ini. Pada tahun 2014 Pemerintah telah mengupayakan program 1000 waduk yang diupayakan untuk kebutuhan warga di sektor pertanian dan ketersediaan air baku yang berpotensi menghasilkan energi. Minimnya cadangan air membuat warga melakukan pengeboran sumur sehingga distribusi air ini tidak berjalan maksimal. Selain itu, pemerintah perlu membuat hukum yang tegas untuk mencegah eksploitasi yang merusak ekosistem alam dan merevisi kembali sistem pengelolaan air. Mari bergerak bersama-sama supaya kebutuhan air bersih yang merupakan hak setiap warga negara Indonesia bisa terpenuhi dan melestarikan air untuk kehidupan generasi kita selanjutnya. 

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.

Referensi:

Post a comment

24 Comments

  1. dacccyyiiemmm, ,,,niat bangeddd, ,,,2 thumbs up

    ReplyDelete
  2. pas banget di rumah sekarang klo musim panas air sumur suka habis. skrg d rumah bikin biopori. thx ya mba tipsnyaa

    ReplyDelete
  3. Menampung air mandi nih belum saya terapkan. Padahal kalau mau dihitung-hitung banyak juga ya air sisa mandi. Harusnya bisa digunakan untuk membersihkan toilet

    ReplyDelete
  4. Wah berguna bgt nih tipsnya mba thanks y

    ReplyDelete
  5. Mulai masuk musim kemarau ini ya kak. HArus bisa menjaga lingkungan terutama soal penggunaan air. Perlu ada perubahan perilaku agar kita semua bisa selamat

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget kak. ayo sebarkan sama-sama...

      Delete
    2. Siap kak. Ehhh apalagi saat anak-anak mandi ini lho. PR banget buatku. MEreka suka main banyak air. Akhirya belakangan pakai bak bayi gitu aja deh. wkwkw

      Delete
  6. Thx u sharingny.. Menampung air bekas mandi udah saya terapkan, langsung di pake buat gosok" kamar mandi๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mba dengan hal kecil kita bisa membantu lestarikan air

      Delete
  7. Walaupun ada proses daur ulang air kita harus tetap menghemat air ya

    ReplyDelete
  8. Thanks mom infonya, iya daur ulang air ini memang perlu banget

    ReplyDelete
  9. Apalagi Bekasi nih, panas bgt euy, cuaca sekarang sama zaman dulu beda bgt, ketahuan dari suhu derajat panasnya, huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya makanya kita harus hemat air dan menghijaukan rumah kak

      Delete
  10. Ini berasa bgt nih kluarga ku dkampung lg krisis air krna pdamnya lg percobaan.. jd kudu nampung..brasa ya klo ga ad air..kudu hemat bgt

    ReplyDelete
  11. Wow pencerahan sekaligus reminder buat hemat air. Makasih ya kak ๐Ÿ’™

    ReplyDelete
  12. Dan aku tersadar kalo akutu boros banget sama air ini. Hiks. Udah mulai harus mengubah pola nih biar ga boros air lagi.. :((

    ReplyDelete
  13. Infonya membantu banget moms. Kebetulan air dirumah suka sering mati. Sampek pernah kebingungan mau mandi gak ada air

    ReplyDelete
  14. Makasih mom infonya,bermanfaat banget sebagai antisipasi kita dalam penggunaan air, walaupun air bisa didaur ulang.

    ReplyDelete
  15. kalo tiap kali denger kekeringan tuh sedih bgt, tersadarkan jadinya betapa pentingnya air tapi sometimes kita lupa buat mensyukurinya :(

    ReplyDelete
  16. Bener banget ya kebiasaan ini harus dibiasakan dari diri sendiri ya, betapa pentingnya air untuk kehidupan

    ReplyDelete
  17. Wah pencerahan lagiii,makasih infonya ya mom!

    ReplyDelete
  18. Banyak juga ya tips nya. Emang di kondisi sekarang kita harus banget hemat air ya.

    ReplyDelete
  19. Terimakasih pencerahan penggunaan air secara tidak berlebihan.

    Biasanya di keluarga kami gunakan pewangi pakaian yang mampu menghilangkan busa sabun tanpa memerlukan air bilas yang banyak.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog ini.