Advertisement

Main Ad

Setelah Pandemi Berakhir, Yuk Baca Buku Lagi di Perpustakaan Nasional RI

Pasti kalian lagi buka galeri foto lama di galeri HP, bener gak? Sudah mau 4 bulan di rumah aja bahkan lebaran pun gak kemana-mana, siapa juga yang gak bosen ya. Tapi, kita gak boleh nyerah dan harus tetap kuat mengahadapi pandemi ini. Meskipun new normal mau diterapkan, kita justru harus lebih waspada karena kasus positif covid-19 dari kian hari semakin bertambah. Untuk melepas kangen dan rindu akan jalan-jalan keluar atau liburan sekolah yang menyenangkan, kita boleh kok mengenang lagi moment liburan tahun lalu yang buat kita semangat lagi dan mood kita balik lagi. 

Saya pun sama dengan tipe-tipe yang gak mau diem di rumah dan gak mau jadi komunitas mager. Baca buku dan menulis jadi kegiatan sehari-hari untuk lebih produktif selama di rumah. Buka memori hardisk dari tahun 2011 sampai tahun lalu dan buka-buka lagi video alay masa-masa kuliah dulu. Tapi yang lebih merindukan lagi traveling bareng teman sekantor tahun lalu. Pengalaman yang luar biasa dan buat saya makin ketagihan mau jalan-jalan keliling Indonesia.

Berawal dari situ, saya jadi kepikiran apakah bisa kita traveling sebebas seperti dulu di tengah pandemi yang belum selesai ini? Tentunya kan berbeda. Meskipun PSBB berakhir dan New Normal diberlakukan, kita harus lebih aware dan waspada supaya tidak berakhir di Wisma Atlet sebagai pasien covid-19. Pastinya ruang lingkup gerak kita terbatas dan sebisa mungkin tidak melakukan aktivitas yang banyak keramaian. Berhubung saya suka baca buku, tempat pertama yang ingin saya kunjungi setelah pandemi selesai ini adalah perpustakaan. 


Perpustakaan selain tempatnya tenang, kita juga bisa relax sambil membaca buku dan menambah wawasan. Sebelum pandemi virus ini, saya sering banget mengunjungi Perpustakaan Nasional di Jakarta setiap weekend. Kalau hari biasa tidak begitu ramai namun waktu musim liburan sekolah lebih ramai lagi bahkan ada pengunjung dari luar kota. Saya juga suka mengajak ponakan saya kesini dan berusaha untuk menumbuhkan minat baca mereka.

Tahu gak sih, ternyata minat baca warga Indonesia itu sangat rendah loh. Menurut hasil penelitian Program for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2005, Indonesia menduduki posisi ke 62 dari 70 negara dengan minat baca yang rendah. Apa warga Indonesia separah ini ya malas baca buku? Apalagi negara kita berjuang dengan kemajuan teknologi yang dimana semua orang lebih memilih menggunakan internet daripada membeli atau meminjam buku untuk dibaca. Anak-anak yang orang tuanya sibuk bekerja lebih sering bermain gadgetnya dibandingkan bermain di luar bahkan membaca buku pun tidak. Padahal Indonesia itu punya banyak perpustakaan loh. Menurut data terbaru Perpustakaan Nasional RI menyatakan bahwa fasilitas perpustakaan umum di Indonesia terdapat 22.375 buah dan belum termasuk perpustakaan yang ada di Sekolah atau Universitas. Jumlah keseluruhan perpustakaan di Indonesia sudah ada 25.728 buah yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia. Daerah yang terdapat perpustakaan terbanyak ada di Jawa Barat dengan jumlah sekitar 4.000 lebih.

Lalu bagaimana di mata Dunia? Ternyata Indonesia menduduki posisi ke-dua dengan jumlah perpustakaan terbanyak di Dunia. Tentunya ini hal yang membanggakan untuk Indonesia tapi kenapa warganya masih malas baca buku ya? hmmm... Menurut kalian bagaimana?

Kalau menurutku orang Indonesia bukan malas baca, buktinya masih banyak anak-anak yang meraih buku dan mau mambacanya. Sebagai contohnya, kini sudah banyak perpustakaan bergerak yang mengunjungi tempat-tempat dimana banyak anak-anak bermain, mereka dengan riang gembira dan sangat antusias memilih buku dan membacanya. Fasilitas perpustakaan di Indonesia memang ada banyak tapi akses menuju perpustakaan mungkin sebagian besar di beberapa daerah masih sulit dijangkau anak-anak yang berada di pelosok sana. Selain itu, harga buku-buku di toko buku belum tentu terjangkau buat mereka yang berada dikalangan tidak mampu. Tapi, sekarang ini sudah banyak taman baca dan pustaka bergerak yang mengantarkan buku untuk anak-anak terutama di daerah pelosok, seperti di Papua. Meskipun begitu, minat baca warga masih sangat rendah. Mungkin gaya perpustakaan harus dirubah sedemikian rupa supaya lebih menarik banyak minat masyarakat untuk mau mengunjungi perpustakaan. Tentunya wajah baru perpustakaan yang tidak hanya menyediakan ruang baca saja tapi menyediakan fasilitas lain yang menjadikan berkunjung ke perpustakaan sebagai lifestyle.

Kini Indonesia punya perpustakaan kebanggaan Indonesia yang diresmikan oleh Pak Jokowi sejak 2017 lalu, yaitu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Perpusnas ini didirikan pada tahun 1980 di bawah koordinasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta (berdekatan dengan lokasi Monas). Kita sebagai warga negara patut bangga karena gedung Perpusnas ini merupakan gedung perpustakaan yang tertinggi di Dunia, loh. Gedung yang memiliki tinggi 126,3 meter dan 27 lantai ini tidak hanya berisi gudang buku ilmu pengetahuan saja, tapi sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang canggih dan modern. 

Di lahan seluas ini ada fasilitas apa saja sih? Yuk, kita simak.

MUSEUM





Dulunya gedung perpustakaan ini hanya 3 lantai dan sepi pengunjung. Namun, Pak Jokowi meresmikan gedung baru dengan 27 lantai yang dibangun di atas lahan 11,975 meter persegi. Bangunannya berbentuk persegi panjang dengan dipenuhi banyak jendela kaca yang mencerminkan bahwa perpustakaan adalah jendela dunia dan dirancang dengan konsep hemat energi. 

Sebelum memasuki area perpustakaan, di bagian depan gedung perpustakaan terdapat museum yang terdiri dari 4 ruangan di sebelah kiri dan kanan. Museum menyerupai pendopo ini dirancang dengan sangat artistik dan menampilkan peta Indonesia dan Ruang Aksara yang menjelaskan bagaimana rakyat Indonesia mengenal huruf. Di ruangan ini tidak hanya lukisan dan buku saja tapi menampilkan media penulisan dan alat tulis yang digunakan di zaman dulu hingga munculnya kertas. 

Anak-anak sangat antusias diajak mengelilingi museum. Museum ini sangat ramai pengunjung terutama anak sekolah dan pengunjung dari luar kota. Sambil belajar, kita juga bisa foto ala instagramable di berbagai objek foto yang menarik sekitar museum. Momen yang paling berkesan adalah anak-anak sangat senang karena baru pertama kali melihat peta Indonesia dan mengenal huruf Jawa.












AREA TERBUKA HIJAU

Setelah puas mengelilingi museum dan melihat koleksi benda bersejarah, kita keluar dari ruangan museum dari pintu bagian dalam. Kita disambut dengan pintu gedung Perpusnas yang dikelilingi dengan area terbuka hijau yang cukup luas dan dilengkapi dengan tempat duduk yang cukup banyak. Saya merasa lagi ada di perpustakaan yang ada di luar negeri karena tempatnya sangat nyaman untuk nongkrong sambil baca buku. Pengunjung pun semakin ramai dan bergantian berfoto di depan gedung perpustakaan yang jadi ikon Dunia ini. 

Meskipun jakarta panas dan polusinya tinggi, berada di area terbuka hijau ini membuat pengunjung lebih nyaman dan tidak terlalu panas. Ketika berkunjung kesini, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan tidak duduk di lantai tepat depan pintu masuk Perpusnas.


FASILITAS LOKER DAN LAYANAN KARTU ANGGOTA

Saat memasuki lantai dasar perpustakaan, kita akan dikejutkan lagi dengan rak buku raksasa yang tingginya hingga lantai 4 dan bisa melihat beberapa koleksi dari perpustakaan. Tidak perlu capek menaiki tangga, karena disini sudah disediakan beberapa Lift dan 2 eskalator untuk kenyamanan pengunjung. 

Perpusnas juga dilengkapi dengan fasilitas loker yang berada di lantai 2. Pengunjung tidak boleh membawa tas besar, makanan, minuman, dan barang bawaan lainnya ke dalam area koleksi buku, kecuali tas kecil dan laptop. Kita bisa mengunjungi layanan loker untuk meminta kunci loker dengan memerlihatkan KTP. Lokernya sangat banyak dan rata-rata pengunjung membawa laptop juga. 

Layaknya perpustakaan pada umumnya, disini juga kita bisa membuat kartu keanggotaan perpustakaan untuk peminjaman buku. Sistem pembuatannya sudah menggunakan sistem komputer jadi tidak membuatmu mengantri terlalu lama. Syarat pembuatan kartu anggota hanya tinggal membawa KTP atau KK bagi yang belum memiliki KTP dan berlaku untuk WNI maupun WNA. Selain itu, kartu anggota ini berlaku seumur hidup dan GRATIS.



LAYANAN ANAK, RUANGAN LANSIA DAN DISABILITAS

Fasilitas selanjutnya adalah koleksi buku anak-anak yang jadi tempat favorite untuk anak-anak membaca dengan gembira. Dekorasi ruangannya cukup luas dan anak bisa membaca dan menulis sambil bermain. Fasilitas koleksi buku anak ini berada di Lantai 7 dan kalian harus buka alas kaki terlebih dulu sebelum masuk ruangan. Selain itu, Perpusnas ini menyediakan fasilitas untuk Ibu menyusui dan dilengkapi dengan koleksi buku huruf braille dan komputer khusus penyandang disabilitas. Di samping ruang koleksi buku anak juga terdapat ruangan khusus lansia yang cukup luas.
Tempatnya juga sangat diperhatikan kebersihannya dan juga disediakan loker untuk menyimpan alas kaki di luar ruangan.

Perpustakaan Nasional RI

FASILITAS AUDIOVISUAL DAN KOLEKSI PERPUSNAS

Perpusnas tidak hanya dilengkapi dengan koleksi bukunya yang melimpah, disini kita bisa menikmati puluhan ribu koleksi audiovisual berupa film, teater, mikrofilm, mikrofilm naskah, mikrofis, CD/DVD, surat kabar lama, kaset dan koleksi lainnya yang dibutuhkan untuk hiburan bahkan untuk penelitian. Salah satu favorite buat saya adalah menikmasi koleksi galeri foto dari berbagai Photografer ternama. Selain itu, disini juga terdapat berbagai pameran-pameran yang diadakan secara berkala. Kayaknya tidak cukup satu hari untuk melihat menikmati fasilitas di Perpusnas ini, ya.

Perpustakaan Nasional RI

FASILITAS IBADAH, TOILET, DAN KANTIN.

Setelah puas berkeliling dan membaca buku, jangan lupa untuk melakukan ibadah dan makan siang. Tidak perlu keluar dari perpustakaan, karena disini sudah disediakan Mushala di lantai 6 yang sangat luas. Sementara kantin disediakan di lantai 7 karena tidak boleh makan di dalam ruangan perpustakaan. Kantinnya pun selain luas juga ada banyak menu yang disajikan dan yang paling penting harganya terjangkau. Kantinnya pun terdapat ruangan indoor dan outdoor jadi pengunjung bisa melihat pemandangan kota Jakarta dari ketinggian.

EXECUTIVE LOUNGE

perpusnas ri




Salah satu tempat favorite pengunjung yang paling sering dikunjungi, yaitu EXECUTIVE LOUNGE. Disini biasanya dijadikan tempat untuk penerimaan tamu penting dan dibuka bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan MONAS dari lantai 24 gedung Perpusnas. Bagi traveler dari luar kota wajib banget kesini untuk mengabadikan momen pemandangan monas, kota Jakarta, dan langit Jakarta dari ketinggian. Kalian juga diuji dengan ketinggian ekstrim dan angin yang cukup kuat dari lantai teratas gedung.

CARA UNTUK PERGI KE PERPUSNAS

1. Transportasi BUS Transjakarta: turun di halte Balai Kota. 
2. BUS tingkat Jakarta Explorer yang melewati Balai Kota.
3. KRL: Naik jurusan Jakarta Kota dan turun di Stasiun Gondangdia. Lalu, naik kopaja P20 Jurusan Lebak Bulus-Senen.

YUK, BACA BUKU DI PERPUSNAS

Buka setiap hari.
Senin-Jumat: buka dari pukul 07.30-18.00 WIB.
Sabtu-Minggu: buka dari pukul 07.30-16.00 WIB.

Kalau pandemi berakhir, Perpusnas adalah tempat yang paling ingin dikunjungi. Meskipun sudah terdapat aplikasi Perpusnas yang bisa di download gratis, rasanya berbeda dengan membaca di tempatnya langsung. Bagaimana dengan kalian? Apa pernah berkunjung kesini? Pemerintah sudah berjuang keras untuk membuat fasilitas perpustakaan semegah ini dengan gratis untuk warganya. Jadi, kenapa masih malas baca buku di Perpustakaan? Yuk, tingkatkan minat baca kita dan anak-anak kita untuk menambah ilmu wawasan demi masa depan yang lebih baik.

Post a comment

7 Comments

  1. kebanyakan perpustakaan di kita itu kurang menarik dan kurang publikasi sih makanya mungkin sepi yaa.. Semoga aja perpustakaan2 yang ada di daerah bisa sekeren perpusnas juga dan semoga hal itu bisa meningkatkan kunjungan masyarakat.

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. pusda Jabar di Bandung keren loh. ada banayak bacaan populer, majalah, bahkan bagian khusus untuk komik terutama komik dari DC/Marvel

      Delete
  2. Sama anak anakku juga suka ke perpusda dan menariknya disana itu juga ada playground dan kelas bakat dan minat

    ReplyDelete
  3. aku juga udah sakaw ke perpustakaan mbak
    udah banyak banget yang pingin aku baca

    aku belum pernah ke perpusnas ini cuma lewat aja pas mau ke gambir
    semoga pandemi segera berakhir ya

    ReplyDelete
  4. kangen ke perpustakaan di kotaku yang banyak sekali kegiatannya, selama pandemi mati suri

    ReplyDelete
  5. Beruntung banget sih bisa ke perpustakaan nasional gitu. Ngga nyangka banget kalo gedung perpustakaan indonesia sebesar dan sekeren itu. Aku yang rumahnya jauh dari Jakarta cuman bisa pake aplikasi doang. Semoga suatu saat nanti bisa berkunjung kesana

    ReplyDelete
  6. Huaaaa...Kangen Perpusnas RI. Fix! setahun lalu terakhir kesana. PAdahal dulu bolak-balik kesana. Bikin event atau sekadar main sama anak dan janjian sama teman. hehe

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog ini.