Advertisement

Main Ad

Selamatkan Laut Indonesia dari Sampah Plastik

Selamatkan Laut Indonesia dari Sampah Plastik

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia yang sebagian besar merupakan wilayah perairan yang luasnya sekitar 3,25 juta km2. Luasnya wilayah perairan di Indonesia ini patut disyukuri karena kita bisa menikmati kekayaan sumber daya laut yang begitu melimpah. Masyarakat pesisir dan yang berada di pulau-pulau kecil sebagian besar mengandalkan sumber daya laut sebagai mata pencaharian sehari-hari. Selain memiliki potensi yang besar di sektor perikanan, potensi wisata bahari juga sangat terkenal di mata dunia. Salah satunya adalah Hutan Mangrove dan keindahan bawah laut di Raja Ampat yang selalu jadi kebanggaan Indonesia. Keindahan biota laut dan terumbu karangnya selalu menarik banyak para wisatawan baik lokal hingga mancanegara.

Pada tanggal 8 Juni merupakan Hari Laut Sedunia yang diperingati untuk mengajak kita supaya lebih peduli dan bersama-sama menyelamatkan ekosistem laut dari pencemaran yang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia. Dibalik keindahan laut Indonesia yang membentang luas, ternyata kondisi laut kita tidak seindah yang kita pandang dari kejauhan. Kondisi laut di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dan sebagian besar sudah tercemari sampah. Namun, upaya penanganan pencemaran laut di Indonesia masih belum maksimal.

LAUT INDONESIA KINI DARURAT SAMPAH PLASTIK

Indonesia merupakan negara ke-2 penyumbang sampah plastik di laut terbesar setelah China. Menurut data terakhir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lebih dari 1,29 juta metrik ton sampah plastik yang mencemari lautan Indonesia. Bayangkan jika dalam satu tahun sampah plastik di dalam laut bisa lebih dari 1 juta metrik ton, seluruh lautan dan terumbu karang akan rusak tertutup oleh sampah plastik. Selain itu, ikan-ikan akan mati karena harus menelan mikroplastik yang berbahaya. 

Selamatkan Laut Indonesia dari Sampah Plastik
Dunia maya pernah dikejutkan dengan banyaknya hewan laut yang mati karena menelan banyak sampah plastik. Salah satunya bangkai ikan paus yang ditemukan di Wakatobi dimana seluruh isi perutnya dipenuhi sampah plastik seberat 5.9 kg yang berupa kantong plastik, botol plastik, tali rafia, dan sandal jepit. Sampah kantong plastik juga membunuh penyu yang bangkainya ditemukan di pantai Congot, Kulonprogo. Berita terbaru pada bulan Januari lalu, seekor lumba-lumba ditemukan mati terdampar di Pantai Muaro Lasak, Padang karena makan sampah plastik dan siripnya terluka akibat tumpukan sampah plastik. 

Begitu memilukan sekali melihat ikan-ikan laut yang lucu dan langka ini harus menjadi korban keganasan dari sampah plastik yang dihasilkan manusia. Masih banyak lagi ikan-ikan yang mati setiap harinya karena dampak limbah plastik. Jika sampah plastik ini tidak serius ditangani, LIPI memprediksikan bahwa pada tahun 2050 kemungkinan laut akan lebih dipenuhi sampah plastik dibandingkan dengan jumlah ikan yang hidup.

KONDISI LAUT KITA SAAT PANDEMI

Semenjak wabah virus corona menyerang di Indonesia, warga masyarakat dipaksa untuk mengubah pola kehidupan sehari-harinya dimulai dari dilarangnya berkerumunan, jaga jarak, rajin mencuci tangan, sampai akhirnya pemerintah menyerukan kebijakan PSBB di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Semua orang pun terpaksa harus bekerja, belajar, beribadah, dan bersosialiasi secara online dari rumah. Akibat wabah virus ini segala aktivitas manusia sangat dibatasi, namun hal ini merupakan hal baik bagi laut kita. Virus Corona ini seperti memberikan waktu untuk alam agar bisa bernafas sejenak dari kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan manusia. 

Kabar baik di televisi maupun koran menyatakan bahwa sampah di perkotaan menurun hingga 10%. Indonesia yang selalu bermasalah dengan sampah ini tentunya membuat kabar ini sulit dipercaya. Data KLHK menyatakan bahwa terjadi penurunan sampah terutama di Jakarta, Surabaya, Bukit Tinggi, Bekasi, Tanggerang, dan kota lainnya. Hal ini bisa terjadi dikarenakan berkurangnya aktivitas masyarakat di luar yang didukung dengan adanya himbauan pusat perbelanjaan dan tempat wisata yang harus ditutup sementara.

Namun, berita baik ini tak berlangsung lama. Semenjak wabah virus bertambah dan PSBB terus diperpanjang diberbagai wilayah yang berzona merah membuat warga semakin gerah di rumah aja. Masalah baru pun muncul yaitu melonjaknya kegiatan belanja online yang membuat sampah plastik bertambah. Semenjak restoran diberlakukan sistem tidak makan ditempat membuat masyarakat memesan makanan dan minuman secara online dan kemasan plastik pun semakin bertambah. 


Selamatkan Laut Indonesia dari Sampah Plastik

Berdasarkan hasil penelitian LIPI mengungkapkan bahwa kategori sampah yang masuk ke Teluk Jakarta masih didominasi oleh sampah plastik. Namun, dari hasil temuan LIPI selama pandemi ini telah ditemukan kategori sampah baru, yaitu sampah APD berupa masker sekali pakai dan pelindung wajah. Hal ini bisa disimpulkan bahwa sampah plastik di laut masih banyak dan harus ditambah lagi dengan sampah APD yang sebelumnya belum pernah ditemukan. Masker dan sarung tangan sekali pakai yang kita buang ke selokan atau sungai akan terbawa sampai ke Laut. Kalau tidak secepatnya ditangani, tidak hanya sampah plastik yang jadi masalah melainkan sampah alat kesehatan sekali pakai ini jadi semakin menumpuk dan mencemari laut.

Saat ini angka positif covid-19 masih terus meningkat sementara PSBB mulai dilonggarkan dan sudah banyak objek wisata pantai yang sudah mulai dibuka secara bertahap. Jangan sampai pengunjung nakal lagi mengotori laut dengan membuang sampah sembarangan dan yang dikhawatirkan sampah plastik di lautan semakin tidak terkendali.


DAMPAK SAMPAH PLASTIK BAGI EKOSISTEM LAUT

Sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai dan bisa bertahan meskipun sudah mencapai 20 tahun di lautan. Sampah yang mengapung di laut akan terpapar sinar matahari sehingga sampah berubah menjadi potongan-potongan kecil yang biasa kita sebut mikroplastik. Adanya proses degradasi sampah yang cukup lama ini membuat mikroplastik ini menjadi salah satu polutan yang mampu mengkontaminasi biota laut yang tersebar di seluruh perairan laut Indonesia. 

Mikroplastik juga mengganggu kesehatan terumbu karang di lautan. Seperti yan kita ketahui bahwa terumbu karang merupakan sumber makanan dan tempat tinggal bagi biota laut sehingga keberadaannya sangat penting bagi kelangsungan ekosistem laut. Keindahan terumbu karang di Indonesia juga merupakan sumber pendapatan negara dari sektor pariwisata terbaik seperti di Labuan Bajo dan Raja Ampat. Selain itu, mampu mencegah erosi akibat hempasan gelombang. Namun, keindahan dan pertumbuhan terumbu karang terganggu akibat eksploitasi dan pencemaran akibat mikroplastik.

Menurut hasil penelitian Pusat Penelitian Oseonografi LIPI mengenai status terumbu karang pada tahun 2017 mengungkapkan bahwa kondisi terumbu karang di Indonesia sekitar 35,15 persen berstatus jelek dan sekitar 6 persen berstatus baik. Dampak dari sampah plastik ini sangat mengancam pertumbuhan karang. Sampah yang mengapung di laut akan menutupi sinar matahari langsung ke terumbu karang sehingga pertumbuhan karang menjadi terganggu. Selain itu, banyak ditemui sampah kantong plastik dan jaring nelayan yang tersangkut di karang sehingga bisa melukai karang. Bakteri yang menempel di mikroplastik sangat berbahaya karena bisa memperparah infeksi terumbu karang. Mikroplastik sering mengecoh dan tak sengaja dimakan oleh tentakel pada karang. Kalau terus seperti ini ikan kecil tidak punya tempat tinggal lagi untuk hidup karena semua karang dirusak.


DAMPAK SAMPAH PLASTIK DI LAUT BAGI MANUSIA

Keberadaan manusia sebenarnya tidak begitu penting bagi laut namun manusia sangat membutuhkan sumber daya laut. Ikan-ikan laut adalah salah satu sumber makanan yang paling banyak dibutuhkan manusia. Nelayan yang membutuhkan laut sebagai sumber penghasilan dari hasil tangkapan ikan. Keberadaan laut juga berfungsi untuk menghasilkan oksigen terbesar dan menyerap karbon yang menjadi sumber pemanasan global. 

Namun, keberadaan sampah plastik itu merusak tidak hanya bagi ekosistem laut tapi bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Saat ini sampah plastik yang sudah menjadi mikroplastik sudah tersebar di seluruh perairan di laut kita. Apakah kita yakin bahwa ikan laut yang kita konsumsi setiap hari itu baik untuk tubuh kita?

Selamatkan Laut Indonesia dari Sampah Plastik


Hasil riset yang dilakukan oleh Ecological Observation and Wetlands Conservation yang menyatakan bahwa dari 40 feses kotoran manusia yang diteliti, semuanya sudah terkontaminasi mikroplastik. Sumber mikroplastik ini bisa berasal dari kosmetik, sabun, pasta gigi, dan plastik lainnya yang terdegradasi oleh alam. Peneliti Ecoton juga meneliti kandungan mikroplastik pada 132 lambung ikan di Sungai Brantas. Hasilnya sangat mengejutkan bahwa 80 persen lambung ikan mengandung mikroplastik. Kalau ikan tersebut dikonsumsi manusia, otomatis mikroplastik pun akan masuk ke dalam tubuh manusia.

Mikroplastik adalah zat yang tidak berguna untuk tubuh dan langsung dibuang melalui saluran pencernaan. Namun, bahan kimia yang terdapat dalam mikroplastik ini bisa menempel di usus dan masuk ke darah sehingga bisa menimbulkan penyakit kanker dan mengganggu sistem hormon pada manusia. Jika manusia tidak berusaha untuk mengurangi penggunaan plastik, dampak buruknya akan kembali lagi kepada manusia. Tentunya hal ini sangat tidak kita diinginkan.

Saat ini pemerintah terus melakukan upaya untuk terus mengurangi sampah di laut. Sejak 2016 lalu, pemerintah bekerja sama dengan swalayan dan menetapkan pembayaran dua ratus rupiah untuk satu kantong plastik belanjaan. Namun, hal ini menimbulkan banyak perdebatan sehingga program ini tidak berjalan maksimal. Lalu, Pemerintah menetapkan program mengurangi sampah plastik di lautan sampai 70 persen pada 2025 dengan bekerja dengan kelompok masyarakat dan pembisnis. Salah satunya melalui Rencana Aksi Nasional untuk mempercepat penanganan sampah di lautan dalam kurun waktu 8 tahun.

Pembersihan plastik di kawasan pesisir dan laut juga masih terus dilakukan. Kampanye-kampanye bebas sampah palstik pun mulai digencarkan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga mengecam keras untuk menenggelamkan siapa saja yang membuang sampah plastik ke laut. Menteri Susi juga mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk berhenti menggunakan plastik.


SELAMATKAN LAUT INDONESIA DARI SAMPAH PLASTIK

Peningkatan jumlah sampah plastik di Indonesia sudah sangat memperihatinkan. Penanganan masalah lingkungan ini tentunya tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Kita selaku masyarakat seharusnya sudah mulai sadar betapa buruknya penggunaan sampah plastik bagi lingkungan. 

#TOLAKPLASTIK dan #TOLAKPLASTIKSEKALIPAKAI adalah satu gerakan dan aksi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kita bisa memulai hidup baru dengan mengurangi penggunaan plastik dan beralih dengan menggunakan produk ramah lingkungan. Kita bisa melakukan langkah kecil untuk mengurangi sampah plastik dari aktivitas kita sehari-hari, seperti:
  1. Kurangi sampah botol plastik dan styrofoam dengan menggunakan tumblr dan tempat bekal sendiri setiap kali berpergian.
  2. Menolak menggunakan sedotan plastik saat minum di restoran ataupun kafe.
  3. Membawa kantong belanja sendiri dari kain ketika berbelanja.
  4. Membuang sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah ke laut, sungai, atau selokan.
  5. Memasak di rumah daripada harus memesan makanan online yang dikemas dengan kantong plastik.
  6. Jangan gunakan kemasan sachet yang sampahnya sulit dimanfaatkan kembali.
  7. Gunakan produk zero waste yang ramah lingkungan, seperti sikat gigi dari bambu, sampo bar, kain pembersih wajah, pembersih telinga, dll.
  8. Gunakan pembalut kain atau menstrual cup.
  9. Memanfaatkan sampah plastik untuk berkebun di rumah seperti hidroponik dari botol plastik.
  10. Membuat Ecobrick dengan memanfaatkan sampah plastik untuk bahan bangunan atau furniture.

Baca juga: Setelah Pandemi Berakhir, Yuk Baca Buku Lagi di Perpustakaan Nasional RI

Dengan langkah di atas, kita bisa mengubah kebiasaan lama kita demi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Mari kita berpartisipasi bersama-sama dan mengajak semua orang untuk mengurangi plastik sehingga anak dan cucu kita nanti masih bisa menikmati air yang bersih dan bisa menikmati keindahan laut dimana ikan-ikan dapat berenang dengan bebas tanpa adanya sampah plastik.

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim dengan tema "Jaga Laut". Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.

Referensi:

Post a comment

9 Comments

  1. Miris banget liat kondisi sampah di Indonesia. Meski sudah ada pembatasan penggunaan plastik, nyatanya tidak berdampak signifikan.

    ReplyDelete
  2. Ya allah, ku jadi merasa berdosa jadi salah satu penyumbang sampah☹️ next semoga bisa konsisten implementasiin tips n trik mu mbaa

    ReplyDelete
  3. masih belum istiqomah tp berusaha buat meminimalisir penggunaan plastik dan apapun yg bisa merusak ekosistem

    ReplyDelete
  4. Udah lama kepengen banget hidup less waste tapi itulah ya, masih bergantung ke kantong plastik dan bungkus2 jajan yg berplastik. Ngerasa dosa sebenernya sm bumi ini

    ReplyDelete
  5. Makasih banyak infonya mbaa lengkap banget. Aku tuh masih suka lupa bawa plastik sendiri kalau belanja :'(

    ReplyDelete
  6. Yukk kita sama-sama selamatkan bumi dari sampah. Terutama laut karena sampah banyak yang dibuang ke laut. Hiksss sedih lihat makhluk hidup di laut jadi tercemar.

    ReplyDelete
  7. Sedih banget sih ini, bahkan bukan hanya sampah plastik. Sampah APD seperti masker dan sarung tangan medis pun banyak di laut :(
    Semoga kesadaran pentingnya menjaga lingkungan bisa diterapkan oleh seluruh warga Indonesia ya.

    ReplyDelete
  8. Sejauh ini memang masih belum ada bahan lain yang bener2 waterproof selain plastik. Makanya plastik akan terus selalu dipakai oleh manusia. Nah masalahnya memang pengelolaan sampah plastik itu sendiri memang belum bagus ya. Miris juga denger fakta sampah APD banyak tercecer di laut. Semoga kesadaran masyarakat lebih meningkat terhadap sampah plastik.

    ReplyDelete
  9. Jujur pengen ngurangin sampah plastik tapi bisanya di plastik belanja aja, lainnya? Apalagi tinggal di kosan yg ga ada pemisahan tempat sampah, hmm memang membangun kesadaran ini berat

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog ini.